Home » » Tiada Rotan Akarpun Jadi, Sebuah Pengalaman Membangun Jalan Paving Di Dusun Terpencil

Tiada Rotan Akarpun Jadi, Sebuah Pengalaman Membangun Jalan Paving Di Dusun Terpencil

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 09 Januari 2014 | 15.27


Batu Belah Lokal Dari Dusun Ngepung

NGANJUK - Seiring dengan perkembangan jaman dimana sekarang era yang terjadi adalah era pembangunan dan hal ini telah berjalan selama puluhan tahun sejak Pemerintah Republik Indonesia mulai menjalankan pembangunan dimulai sejak jaman orde baru sampai orde reformasi yang berlangsung dewasa ini. Tidak ketinggalan di suatu desa yang cukup terpencil dan memang terpencil yang berada di ujung barat Kecamatan Lengkong, ada suatu Desa yang bernama Ngepung. Disebut Ngepung karena desa ini dikepung oleh hutan kayu dan padang ilalang dan sejauh mata memandang memang yang nampak hanyalah hutan belukar bercampur pepohonan kayu jati yang memang tumbuh subur di areal ini.

Desa Ngepung juga sedang membangun dan salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembangunan Gedung Sekolah dan Jalan Paving yang mendapatkan pendanaan dari dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan pada TA 2013 ini. Namun apa yang terjadi pembangunan Jalan Paving ini tidak akan pernah bisa dilakukan bilamana belum ada penanganan dan perbaikan pada badan jalan yang mengalami longsor akibat kemiringan tebing yang cukup ekstrim. Penanganan yang paling mungkin dilakukan adalah pemasangan konstruksi bronjong batu sepanjang 30 s/d 50 m yaitu pada bagian ruas jalan yang mengalami kelongsoran yang parah. Kesulitan yang dihadapi oleh Team Desa/TPK adalah permasalahan bahan material batuan yang akan dipergunakan untuk pengisian keranjang kawat bronjong tersebut karena tidak mungkin mendatangkan bahan/material batu belah dari luar desa/kecamatan disamping kesulitan dalam pengangkutan karena melewati medan perbukitan yang berbelok-belok juga harga bahan/material tersebut yang dipastikan akan sangat mahal dan tidak akan terbeli oleh pendanaan yang ada. Pada pertemuan yang dilakukan Team Desa/TPK bersama warga masyarakat dusun/desa yang bersangkutan dibahas kemungkinan  menggunakan bahan/material yang bisa dipakai untuk pembangunan, usulan demi usulan dibahas namun belum menemukan cara pemecahan permasalahan yang kongkrit semua menyatakan bahwa bahan/material batu belah mau tidak mau harus didatangkan dari luar daerah walaupun dibeli dengan harga malah. Hampir-hampir pembahasan mengalami dead lock atau jalan buntu sampai pada akhirnya salah seorang pelaku PNPM MPd yakni KPMD Desa Ngepung mengusulkan bagaimana bila pengisian batu bronjong menggunakan bahan/material lokal dari batu padas yang keras yang sumbernya cukup melimpah di Dusun Ngepung bila perlu dipilih batu belah ukuran besar yang keras sebagai pengisi bronjong batu.  
Penggunaan batu belah lokal untuk pengisi kawat bronjong
Dengan semangat bak perjuang Angkatan 45 usulan KPMD tersebut akhirnya disambut dan disetujui dengan antusias oleh forum musyawarah desa dan kemudian dibentuk Tim Desa dari unsur masyarakat dan pelaku PNPM MPd untuk meninjau lokasi atau tempat pengambilan batu padas tersebut dan diambil contoh/sample untuk selanjutnya dikomunikasikan bersama FK/FT PNPM MPd di Kec Lengkong untuk memperolah persetujuan.   Dengan perhatian yang mendalam dan tingkat kehati-hatian yang cukup tinggi maka FK/FT PNPM MPd mulai mempelajari contoh batu belah lokal yang sumbernya berada pada lereng tebing pada bantaran sungai. Dari pengamatan visual batu belah tersebut memang tergolong batu padas muda yang berproses menjadi batu padas tua, tingkat kekerasan cukup bila hanya dipergunakan untuk pengisi konstruksi bronjong batu dan bisa juga dipergunakan sebagai pasangan batu misal untuk pondasi rumah penduduk dan pasangan saluran irigasi/drainase. Namun bila dipergunakan untuk konstruksi jalan baik untuk jalan type Telford, Makadam maupun Burda atau Lapen Makadam bahan lokal tersebut tidak direkomendasikan.

Hasil pengamatan FK/FT PNPM MPd adalah sbb :
1.      Warna batu belah adalah kecoklatan/coklat muda.
2.      Punya ketahanan yang cukup terhadap pengaruh air
3.      Kekerasan sedang
4.      Bisa dipotong/dibelah dalam bentuk belahan besar, sedang dan kecil
5.      Bisa dipasang dengan menggunakan luluh atau campuran pasir dan semen

Pengisian batu belah pada kawat Bronjong 
cukup kokoh dan diperkuat dengan pemancangan 
dolken/bambu bongkotan
Dengan ditemukannya alternatif pemanfaatan batu belah lokal untuk keperluan pembangunan maka akan sangat membantu bagi warga masyarakat yang berkeinginan untuk membangun perumahan dan kegiatan pembangunan lainnya misalnya : saluran irigasi desa dan drainase lingkungan pemukiman. Biaya pembangunan bisa ditekan khususnya untuk pengadaan bahan/material batu belah sedangkan kebutuhan bahan/material bangunan lainnya seperti : besi beton, semen tetap harus didatangkan dari luar daerah dengan harga yang sepadan. Upaya penggunaan bahan/material lokal ini harus tetap disosialisasikan kepada masyarakat dan tidak perlu ada kekhawatiran dalam penggunaannya karena bahan tersebut cukup layak dan kuar dipergunakan untuk keperluan pembangunan.
Peninjauan oleh Satker PNPM MPd/PjOKab Nganjuk dengan didampingi oleh Asisten Fastekab ke lokasi pemasangan bronjong di Dsn Jomblang Ds Ngepung pada tanggal 23 Agustus 2013 yang baru lalu memberikan kesimpulan bahwa bahan/material batu belah lokal layak dipergunakan untuk konstruksi tertentu misal : konstruksi bronjong batu, pasangan pondasi rumah maupun saluran irigasi dan drainase. Namun untuk penggunaan sebagai konstruksi jalan sebaiknya menggunakan bahan/material yang lebih keras semacam batu belah dari Kec Brebek atau dari Desa Bangle, karena material tersebut harus tahan terhadap beban pemadatan dari Mesin Gilas. Ditulis oleh  Herry Sutjipto – Fasilitator Teknik PNPM MPd – Kec Lengkong.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger