Home » » Tatap Masa Depan Dengan Budidaya Ikan Sebagai Usaha Tambahan Pendapatan Keluarga

Tatap Masa Depan Dengan Budidaya Ikan Sebagai Usaha Tambahan Pendapatan Keluarga

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 09 Januari 2014 | 14.29




 

BONDOWOSO - Desa yang jauh dengan pantai atau laut bukanlah alasan untuk tidak mengenal Ikan, Ikan bukan hanya ada atau hidup di laut saja, tapi Ikan juga dapat hidup di Sungai, Sumur,  Rawa, dan Kolam.
Adalah Ikan Lele yang kebiasaan hidupnya di Sungai ternyata dengan usaha atau budidaya yang maksimal dapat juga hidup di Kolam atau penampungan, di Desa Alassumur Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso tepatnya di Dusun Krajan Lucu telah dilaksanakan kegiatan berupa Pelatihan Budidaya Ikan lele.  Budidaya Ikan Lele ini dialokasikan lewat Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tahun Anggaran 2013 tepatnya di kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarkat (PKM), Budidaya Ikan ini awalnya di usulkan oleh Kelompok Perempuan yang ada di Desa Alassumur tepatnya warga Dusun Krajan Lucu pada proses perencanaan Tahun 2013.
Asal Mula Usulan Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele
Usulan ini merupakan usulan dari Kelompok Perempuan yang awalnya mengajukan dana Simpan Pinjam Khusus Perempuan ternyata di Tahun 2013 Kecamatan Pujer tidak dapat mengalokasikan dana untuk kegiatan SPP Reguler, namun usulan yang sudah masuk dalam rencana tersebut akhirnya diganti dengan usulan Pelatihan Budidaya Ikan Lele yang akan dikelola oleh Kelompok Sumber Agung dengan beranggotakan 10 Orang.
Sumber dan Besaran Dana Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele
Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele bersumber dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tahun Anggaran 2013, dana BLM yang digunakan sebesar Rp 31.318.000,- dengan perincian dana 95% sebesar Rp 29.752.000,- dana 2% Operasional UPK sebesar Rp 626.500,- sedangkan Operasional 3% TPK sebesar Rp 939.500,-
Proses Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele
Diawali dari penyampaian teori terlebih dahulu yang disampaikan oleh pelatih dari Dinas Perikanan Kabupaten Bondowoso yaitu Bapak Fajar Setya Budi dan Adi Kardjono, beliau banyak menyampaikan tentang prospek usaha Budidaya Ikan Lele, kemudian Teknik pemilihan bibit Ikan Lele yang baik, Teknik penempatan Ikan Lele di kolam untuk pertama kali dan cara pengolahan makanan buatan untuk Ikan Lele.
Ø  Prospek Usaha Budidaya Ikan Lele
Ikan Lele yang di budidayakan ini harga bibitnya tidak mahal, harganya per/ekor hanya berkisar Rp 300,- sedangkan yang diperlukan untuk pembibitan yaitu sekitar 400 ekor/kolam atau penampungan, untuk harga pakan dalam 1 bulan akan memakan biaya Rp 250.000,- namun apabila dalam 3 bulan maka pengeluaran untuk pembelian pakan berkisar Rp 750.000,-  total pengeluaran secara keseluruhan untuk waktu 3 bulan yaitu Rp 870.000,- sedangkan hasil penjualan dari Ikan Lele dalam 3 bulan per/Kg sebesar Rp 15.000,- apabila bibit Lele sebanyak 400 – 500 ekor maka bobotnya akan diprediksi naik menjadi 100 Kg/kolam dalam jangka waktu 3 bulan maka akan menghasilkan Rp 1.500.000,- keuntungan yang akan diperoleh kurang lebih sebesar Rp 750.000,- setelah di potong pengeluaran.
Salah satu Contoh Kolam Penampungan Ikan Lele

Ø  Teknik Pemilihan Bibit Ikan Lele
Tidak semua bibit Ikan Lele dapat di pelihara dan di budidaya akan tetapi harus ada teknik pemilihan yaitu dengan cara melakukan sortir terhadap bibit Ikan, Bibit Ikan yang dapat dipelihara biasanya sudah masuk dalam ayak 9 s/d 10 artinya bibit Ikan tersebut tidak terlalu Kecil, disamping itu pilihlah bibit Ikan yang kondisinya sangat aktif bergerak sehingga tidak ada kekhawatiran ketika Ikan tersebut sudah dipindah ke tempat lain
Ø  Teknik Penempatan Ikan Lele untuk Pertama Kali
Tidak sembarangan dalam menempatkan bibit Ikan Lele untuk kali pertama di kolam atau penampungan, namun ada teknik tersendiri agar ikan tidak mengalami stress dan mati, pertama kali Ikan harus di tempatkan di bak kecil, kemudian air yang terdapat di bak kecil tersebut di campur dengan air yang terdapat di kolam selama 1 jam tujuannya supaya Ikan dapat beradaptasi dengan air yang terdapat di kolam, setelah 1 jam baru kemudian Ikan di lepas dengan sangat hati – hati ke kolam atau penampungan
Ø  Tekhnik Pengolahan Pakan Buatan untuk Ikan lele
Pakan Ikan/pellet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dan dicetak dengan ukuran tertentu, meskipun kualitasnya masih kurang jika dibandingkan dengan pakan pabrikan pakan buatan sendiri lebih baik dan segar jika ditunjang dengan bahan pembuatan yang tersedia bermutu baik.
Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung dan memnuhi nutirisi ikan serta memiliki keseimbangan protein, lemak dan serat yang berguna untuk memacu pertumbuhan ikan supaya cepat besar.
Manfaat pembuatan pakan tambahan adalah mengurangi ketergantungan terhadap pakan Ikan (pellet) yang dihasilkan oleh pabrik, selain itu juga dapat mengurangi biaya produksi sehingga dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoieh hal tersebut disebakan karena karena 50% biaya produksi terdapat pada pakan.
Adapun bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan yaitu :
·         Tepung Ikan 20%
·         Dedak Halus 20%
·         Tepung Jagung 15%
·         Ampas Tahu 25%
·         Tepung Tapioca 10%
Dengan campuran bahan diatas maka akan dapat menghasilkan protein sebesar 29,16% dan FCR yang dihasilkan sebesar 1,2 Kg yang dapat menambah bobot ikan sebesar 1 Kg
Cara pembuatan makanan yaitu :
·                Campurkan semua bahan yang sudah disiapkan kemudian dicampur dengan air sedikit demi sedikit
·                Haluskan dan aduk secara merta sehingga campuran berbentuk Pasta
·                Masukkan adonan kedalam mesin pembuat pellet
·                Hasil granur dan pellet yang telah dibentuk dijemur hingga kering dengan kadar air 10%
·                Simpan hasil buatan pakan tersebuit di tempat yang kering
·                Usahakan pakan tersebut habis dalam jangka waktu 3 s/d 5 hari dari masa penyimpanan
·                Tempat penampungan Ikan Lele

Kolam yang digunakan untuk menampung ikan lele biasanya ada 2 macam jenis kolam yaitu
1.      Kolam penampung dengan menggunakn terpal khusus yang luasnya kurang lebih 2 x 3 M2 yang diisi air dan dilengkapi dengan proses sirkulasi air yang terbuat dari pipa
2.      Kolam penampung dengan menggunakan galian langsung tanpa menggunakan terpal akan tetapi galian bias juga dilapasi dengan semen yang tentunya juga harus dilengkapi dengan sirkulasi air yang baik

Jangka waktu pemeliharaan Ikan Lele

Jangka waktu yang dibutuhkan untuk membudidayakan Ikan Lele ini hanya berkisar 3 bulan efektif setelah itu baru masuk masa panen, dengan jangka waktu yang cukup singkat ini diharapkan ikan yang akan di panin mempunyai bobot atau berat badan yang memadai sehingga diharapkan akan membawa dampak positif bagi yang memeliharanya.
Demikian sekilas catatan tentang Pelatihan Budidaya Ikan Lele Tahun 2013 di Dusun Krajan Lucu Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, mudah – mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua….!!! Ditulis oleh Zainul Arifin, SH Fasilitator Kecamatan Pujer
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger