Home » » Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat (Kelompok Perempuan) PNPM-MPd Menjadikan Desa Simo Sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun

Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat (Kelompok Perempuan) PNPM-MPd Menjadikan Desa Simo Sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 09 Januari 2014 | 13.27



Oleh: Moh. Charissudin
( Fasilitator Kecamatan Balerejo )

Kebersamaan merupakan kunci dari pada keberhasilan suatu kegiatan, jika semua elemen bisa memahami tupoksinya maka seberat apapun masalah yang dihadapi pasti bisa diselesaikan dengan baik. Begitu juga di masyarakat jika masyarakat tidak bisa bersatu bersama membangun kesadaran dalam membangun desa ,tentunya akan sulit dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di desa terutama terkait dengan kebutuhan yang mendasar (kesehatan dan pendidikan), maka melalui program PNPM Mandiri Perdesaan ini di harapkan masyarakat bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri secara mandiri, tentunya diperlukan kebersamaan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang adatermasuk dalam hal peningkatan kapasitas masyarakat (kelompok Perempuan), supaya bisa mandiri.

MADIUN - Pada tahun ini Desa Simo mendapat dana dari PNPM Mandiri Perdesaan berupa kegiatan pelatihan dan kegiatan sarana prasarana.  Dengan terdanainya 2 (dua) kegiatan tersebut masyarakat Desa Simo secara bersama-sama melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh semangat, dimotori oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) masyarakat bahu membahu dalam melaksanakan kegiatan terutama kegiatan sarana prasarana berupa drainase. Dengan perjuangan yang berat di Forum MAD akhirnya Desa Simo bisa terdanai untuk dua kegiatan tersebut, untuk kegiatan pelatihan berupa pelatihan peningkatan kapasitas usaha kelompok SPP sebesar Rp. 23.000.000,-. Sedangkan untuk sarana prasarana berupa Drainase sebesar Rp. 57.307.500,-.  
 Pada awal kegiatan TPK kesulitan dalam mencari tenaga pelatih untuk pelatihan Pembuatan anyaman dari plastik, akhirnya TPK berkoordinasi dengan BLK di Kabupaten sehingga TPK mendapatkan tenaga pelatih dari BLK. Sekarang di Desa Simo banyak menghasilkan tenaga terampil dalam membuat anyaman dari plastik sehingga masyarakat terutama kelompok perempuan sudah bisa menghasilkan uang tambahan dari hasil pelatihan, bahkan sekarang Desa Simo termasuk Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun. Sampai saat ini kerajinan anyaman plastik Desa Simo sudah menembus pasar luar daerah. “Beberapa hari yang lalu sudah ada beberapa pedagang dari luar kota yang memesan produk anyaman plastik kami, ini salah satu rejeki dari Tuhan yang harus kita syukuri”, ujar salah satu anggota pengrajin anyaman. Untuk kedepannya diharapkan dari pelatihan yang diberikan oleh program ini bisa dikembangkan sehingga masyarakat di Desa Simo ada pekerjaan tambahan berupa kerajinan membuat tas, dengan demikian masyarakat terutama kaum ibu-ibu ada tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sekarang TPK Desa Simo bisa merasa lega dikarenakan masyarakat yang selama ini acuh terhadap pembangunan desanya terutama kaum perempuan sekarang mulai sadar bahwa dalam membangun desa perlu kebersamaan dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.
Hal ini berdampak pada warga Desa Simo sendiri dibuktikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok perempuan yang semuanya dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri, yang mana msyarakat Desa Simo bisa mendapat penghasilan dari hasil  kegiatan pelatihan anyaman dari bahan plastik. Disamping sebagai media pembelajaran bagi masyarakat akan tetapi mendapat ketrampilan dari kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan  dengan banyaknya masyarakat Desa Simo terutama kelompok perempuan yang antusias mengikuti pelatihan tersebut.  Semua berawal dari langkah kecil, yang seringkali terasa berat untuk dimulai. Namun berbanding terbalik dengan besarnya kemanfaatan yang didapat jika langkah tersebut dilaksanakan. Potret ini dapat dijadikan contoh bahwa sebuah langkah yang dilakukan pun butuh perencanaan sebelum pelaksanaan, dan dalam pelaksanaan butuh menajement yang matang,hal ini telah dibuktikan sendiri oleh TPK desa Simo. dan yang lebih penting adalah menjaga, memelihara dan mengembangkan yang sudah ada. Karena umumnya, membangun itu lebih mudah daripada menjaganya.  Semoga bermanfaat.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger