Home » » Kang Yoto, Bapak Pemberdayaan Bojonegoro

Kang Yoto, Bapak Pemberdayaan Bojonegoro

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 09 Desember 2013 | 14.22

Bojonegoro - Dalam acara Rakor Bersama dan Halal Bihalal Pelaku PNPM dengan Bupati Bojonegoro, seluruh pelaku PNPM Mandiri Perdesaan sepakat untuk menobatkan Drs. H. Suyoto, M.Si sebagai Bapak Pemberdayaan Kabupaten Bojonegoro.
Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 16 Agustus 2013 ini, terasa sangat istimewa. Karena, Rapat Koordinasi biasanya diselenggarakan di Aula BPMPD Kabupaten Bojonegoro, dan tidak melibatkan seluruh pelaku PNPM MPd yang ada. Tetapi, untuk kali ini, dihadiri dan diikuti oleh seluruh unsur kelembagaan di PNPM MPd, mulai dari Satker BPMPD, Tim Faskab, PjOKec, Fasilitator Kecamatan (FK/FT), Ketua dan Sekretaris BKAD, Ketua dan Anggota BP-UPK, pengurus UPK, Pendamping Lokal (PL) dari 28 kecamatan, serta beberapa unsur terkait lainnya. Kurang lebih 400 orang peserta memenuhi Ruang Pertemuan Angling Darmo Lantai 2 Pemkab Bojonegoro.

Lebih istimewanya lagi, rakor kali ini dikemas dengan kegiatan halal bil halal yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si.  Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini, diawali dengan penyampaian beberapa materi rakor. Hary Susanto, selaku Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK) Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan penegasan tentang perlunya percepatan tahapan dengan tetap memperhatikan aturan dan mekanisme program, serta perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas pendampingan para pelaku terhadap masyarakat di masing-masing kecamatan.
”Selama ini, pendampingan yang dilakukan oleh para pelaku, termasuk fasilitator, sudah bisa dikatakan baik. Tetapi hal itu harus dijaga, dan harus ada peningkatan baik kualitas maupun kuantitas pendampingannya,” ujar pria yang biasa disapa Hary Sus.
Sementara itu, Tim Faskab juga menyampaikan materi terkait dengan evaluasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), ada keterlambatan RKTL, maka fasilitator harus memacu kinerja untuk mengejar ketertinggalan RKTL dengan tetap memperhatikan prinsip dan aturan program. Penerapan target mingguan. Tahapan 2014, MAD Sosialisasi dimulai bulan Agustus 2013.
“Target RKTL ada keterlambatan, FK – FT dan pelaku lainnya, setelah ini diharapkan mampu merumuskan target secara mingguan,” tegas Hendri Putro, Koordinator Faskab yang berasal dari Kabupaten Kediri.
Rapat Koordinasi kali ini, juga dihadiri oleh Purwoko dari National Manajemen Consultant (NMC), yang kemudian dimanfaatkan untuk dilakukan in service training (IST) untuk semua pelaku PNPM MPd. Beberapa hal yang disampaikan adalah pemahaman dasar pengintegrasian SPP – SPPN, gambaran pola perencanaan untuk tahun 2014 yang harus berbasis integrasi, serta motivasi untuk memunculkan Perda Partisipatif, Perda Swakelola, dan Perda Kerjasama Antar Desa di Bojonegoro.

 “Saya mendengar bahwa Bojonegoro itu kabupaten yang luar biasa potensinya, juga dipimpin oleh Bupati yang luar biasa. Maka untuk sinkronisasi ke depan, perlu didorong untuk memunculkan 3 Perda, yaitu: Perda Partisipatif, Perda Swakelola, dan Perda Kerjasama Antar Desa” ujar Purwoko, Tim NMC yang memang mempunyai spesialisasi di bidang PNPM Integrasi.
Selang kisaran 10 menit, setelah rangkaian materi rapat koordinasi disampaikan, Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si memasuki ruang pertemuan. Untuk kegiatan dilanjutkan dengan acara halal bi halal, yang diawali dengan laporan kegiatan oleh Sucipto, Ketua Asosiasi BKAD Kabupaten Bojonegoro. Dalam laporannya, ditegaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi dan halal bi halal ini, murni dilaksanakan secara mandiri, dengan cara iuran dari masing-masing peserta.

Agenda dilanjutkan dengan sambutan Bupati. Namun, sebelum Kang Yoto memberikan sambutan, peserta meminta Kang Yoto untuk dinobatkan sebagai Bapak Pemberdayaan Bojonegoro.
“Mohon maaf Pak Bupati, sebelum menyampaikan sambutan, kami mohon Pak Bupati berkenan untuk mengambil tempat, karena seluruh pelaku PNPM Mandiri Perdesaan se-Kabupaten Bojonegoro, ingin menobatkan Kang Yoto sebagai Bapak Pemberdayaan Kabupaten Bojonegoro” seru Sucipto.
Selanjutnya, penobatan Kang Yoto sebagai Bapak Pemberdayaan Bojonegoro, secara seremonial ditandai dengan pemberian vandel, yang diwakili oleh Sucipto, selaku Ketua Asosiasi BKAD kepada Bupati Bojonegoro, yang diiringi gegap gempita tepuk tangan dari seluruh perserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Kang Yoto menyampaikan terima kasih, atas peran dan sumbangsih seluruh pelaku PNPM MPd dalam membangun Bojonegoro. Beliau juga memberikan apresiasi dan motivasi kepada para pelaku, agar ke depan bisa lebih baik lagi. PNPM bisa dijadikan contoh yang baik, bagi semua pihak dalam mengelola kegiatan. PNPM juga terbukti mampu memberdayakan dan mengorganisir masyarakat, hingga menjadi aktor-aktor pembangunan di desa. (EP)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger