Home » » SMS Pengaduan Sebagai Proses Pengendalian Kegiatan

SMS Pengaduan Sebagai Proses Pengendalian Kegiatan

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 18 November 2013 | 10.19

Madiun - Dalam pelaksanaan pekerjaan sarana prasarana Tahun Anggaran 2013 di Kecamatan Wonosri melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat mempunyai rasa memiliki akan keberdaan program.
Sosialisasi yang intensif ketingkat dusun merupakan langkah awal ke dalam proses tersebut, yang diperkuat dengan pemasangan banner di jalan poros desa tentang informasi dana program yang masuk ke desa. Sehingga ada proses transparansi kepada masyarakat tentang besaran dana kegiatan.
 
      Salah satu produk banner yang dipasang di jalan desa     
Dalam Banner tersebut dilengkapi dengan nomor sms pengaduan agar masyarakat turut mengawasi jalannya pekerjaaan, mulai droping material, pengerjaan sampai pelestarian. Menurut salah satu anggota BKAD Kecamatan Wonoasri Bapak Zainal dengan adanya media pengaduan masyarakat lebih bisa berpartisipasi dalam program.
Contohnya di desa Bancong waktu droping pertama kali pasir pasang kualitas banyak mengandung endapan sehingga kurang baik untuk pengerjaan cor. Masyarakat mengirim sms kepada BKAD dan FT yang kemudian ditindak lanjuti dengan turun kelapangan. Hasilnya adalah TPK membuat teguran kepada suplier dan mengganti kualitas pasir tersebut dengan kualitas lebih baik.
Pendapat senada juga disampaikan dari KPMD desa Sidomulyo Masroh yang menyampaikan bahwa dengan sms pengaduan pengawasan oleh masyarakat lebih intensif bisa dilakukan. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tentang pelaksanaan program ditingkat desa. Pada waktu pelaksanaan kegiatan Gedung TK di Desa Sidomulyo, pengiriman batu gebal berkualitas rendah. Banyak ditemukan batu yang porus sehingga tidak layak dipasang sebagai pondasi.

Melalui sms pengaduan yang didapat masyarakat dari banner FT, PJOK dan BKAD menerima pengaduan mengenai hal tersebut. Kemuadian dilakukan tindak lanjut berkoordinasi dengan TPK guna penyelesaiannya. TPK menghubungi suplier untuk mengganti dengan kualitas batu yang lebih baik. Sehingga pelaksanaan fisik dapat sesuai dengan spesifikasi yang ada dengan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Demikian sekelumit kisah dari Kecamatan Wonoasri mudah-mudahan berguna dan bisa memberikan aspirasi bagi pelaku PNPM lainnya.  Penulis : Dwi Kurniastuti (FT Kec. Wonoasri Kab Madiun).
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger