Home » » Usaha Penjualan Kerupuk Desa Keboguyang : Kolaborasi Ibu Muawanah dan Kelompok SPP PNPM-MPd

Usaha Penjualan Kerupuk Desa Keboguyang : Kolaborasi Ibu Muawanah dan Kelompok SPP PNPM-MPd

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Rabu, 23 Oktober 2013 | 10.06

Ibu Muawanah di antara usaha
penjualan kerupuk mentah dan kerupuk gorengannya
Sidoarjo - Sebagai kaum perempuan dan ibu rumah tangga, tentunya mempunyai keinginan untuk mengembangkan usaha sebagai sumber pemasukan sendiri,, walaupun di sisi lain sudah pemasukan dari kepala rumah tanggga.  Hal itulah yang ada di benak seorang perempuan dari dusun Trosobo desa Keboguyang kecamatan Jabon. Sosok perempuan tersebut bernama Ibu Muawanah. Ibu Muawanah memulai usahanya, yaitu menjual kerupuk mentah sebelum PNPM Mandiri Perdesaan ada di kecamatan Jabon, tepatnya beliau memulai usahanya pada tahun 2006. Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan sendiri masuk ke kecamatan Jabon pada tahun 2007, bahkan pada tahun 2007 sendiri di desa Keboguyang belum ada kegiatan SPP ( Simpan Pinjam Perempuan ) walaupun kegiatan non SPP pada waktu itu sudah ada di desa Keboguyang.
Dengan niat dan kegigihan, Ibu Muawanah terus mengembangkan niat usahanya supaya lebih berkembang, dengan mengikuti perkembangan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di desanya, beserta ibu-ibu lain di desa Keboguyang, akhirnya pada tahun 2008 kelompok desa Keboguyang mengajukan usulan/kegiatan SPP ke PNPM. Dan melalui proses penulisan usulan serta verifikasi pada waktu itu, akhirnya terealisasilah usulan serta pinjaman SPP kelompok desa Keboguyang, termasuk untuk Ibu Muawanah.
Pada awal peminjaman di tahun 2008, bersama kelompoknya, Ibu Muawanah baru mendapatkan pinjaman dari PNPM sebesar Rp 1.000.000,-/anggota. Walaupun baru menerima Rp 1.000.000,- peranggota dari PNPM, tetapi hal tersebut tidaklah memunculkan anggapan betapa sedikitnya pinjaman dari SPP, tetapi Ibu Muawanah tetap berpikiran bahwa pinjaman tersebut sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha penjualan kerupuk mentah di rumahnya. Dan dengan perhitungannya, uang pinjaman SPP PNPM di tahun 2008, mulailah Ibu Muawanah mengembangkan usahanya untuk menambah jumlah kulakan kerupuk mentahnya.  Dan dalam perkembangannya, Ibu Muawanah beserta kelompoknya selalu tepat waktu dalam angsuran SPP PNPM, bahkan hingga saat ini Ibu Muawanah sebagai pemanfaat tetap SPP PNPM-MPd, dengan awal pinjaman pada tahun 2008 sebesar Rp 1.000.000,- hingga sekarang, pinjaman kelompok dan Ibu Muawanah ini naik sampai Rp 2.000.000,- .
Pada awal usahanya, Ibu Muawanah memang hanya melayani pesanan kerupuk mentah saja, bahkan dengan modal yang terbatas, serta menerima pesanan masih terbatas menerima pesanan di kecamatan Jabon saja. Tetapi seiring dengan adanya PNPM-MPd khususnya SPP serta bertambahnya modal dan pasaraan/pelanggan, usaha penjualan kerupuk ini tidak hanya melayani jual beli pesanan kerupuk mentah saja, tetapi usaha Ibu Muawanah ini melayani juga kerupuk gorengan, dan untuk pesanan tetap di desanya biasanya Ibu Muawanah melayani untuk kegiatan rapat, jamiyah, serta acara desa.
 Sedang untuk pesanan di luar desa, usaha Ibu Muawanah ini menerima pesanan di desa-desa kecamatan Jabon, bahkan usaha kerupuk mentah dan kerupuk gorengan ini sudah melayani pesanan sampai dengan kecamatan Candi, Tulangan, dan bahkan pesanan dari kecamatan Sidoarjo kota. Dengan ketekunannya pula, Ibu Muawanah kini telah mempunyai 3 karyawan dalam usahanya untuk melayani pesanan kerupuk goreng dalam hal pengemasan ke dalam plastiknya.
Ibu Muawanah sendiri dalam mengembangkan usahanya mempunyai motto “ menepati pelanggan “, yang artinya Ibu Muawanah tetap melayani pesanan walau dalam jumlah kecil, serta berusaha semaksimal mungkin menyediakan pesanan dalam jumlah banyak tetapi tepat waktu, sesuai dengan pesanan, serta mengantar pesanan ke pelangganya.  Untuk harga, harga penjualan kerupuk mentah bervarariasi sesuai dengan jenis kerupuknya, tetapi untuk kerupuk matang/gorengan, Ibu Muawanah hanya mematok dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 2500,- per bungkus.
Kerupuk gorengan/matang usaha Ibu Muawanah
yang sudah banyak menerima pesanan
Dituturkan oleh Ibu Muawanah, memang tidak mematok penjualan kerupuk dengan harga terlalu mahal, karena Ibu Muawanah sudah memperhitungkan hal tersebut, selain sasaran/pasaran lebih dikhususkan pada pelanggan/masayarakat desa, sesuai sasaran dari SPP PNPM-MPd, yaitu untuk masyarakat perdesaan.
Harapan Ibu Muawanah sendiri dalam usahanya, yaitu “usahanya bisa berkembang lebih maju, serta PNPM-MPd tetap ada di desa Keboguyang, sehingga diharapkan ada kebersamaan antara pinjaman SPP PNPM dan pengembangan usahanya, karena usaha penjualan kerupuk mentah dan kerupuk gorengannya adalah berkat adanya PNPM-MPd khususnya SPP “.  Ibu Muawanah sendiri berharap, usahanya yang selama ini dilakukan bisa memberikan contoh kepada kaum perempuan khususnya di desa Keboguyang baik itu ibu kelompok SPP PNPM-MPd maupun ibu/kaum perempuan lainnya, karena Ibu Muawanah sendiri merasakan membuka usaha ini dari kecil, bahkan belum ada PNPM-MPd, sampai belum mengenal PNPM sehingga mengenal dan tahu PNPM-MPd, sampai akhirnya menjadi anggota pemanfaat SPP PNPM-MPd hingga sampai sekarang. 
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger