Home » » PNPM MANDIRI PERDESAAN DAN PELATIHAN MENJAHIT KELOMPOK PEREMPUAN DESA BALONGTANI

PNPM MANDIRI PERDESAAN DAN PELATIHAN MENJAHIT KELOMPOK PEREMPUAN DESA BALONGTANI

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Rabu, 23 Oktober 2013 | 10.21

Proses kegiatan MDKP Khusus
untuk menyepakati usulan perempuan hasil MDKP
Sidoarjo - Menjahit, satu kegiatan yang bisa dilakukan baik kaum laki-laki dan maupun perempuan. Hal inilah yang mendorong kelompok perempuan di desa Balongtani untuk bisa menjahit. Kaum perempuan desa Balongtani ingin membuktikan bahwa mereka bisa melakukan kegiatan menjahit dengan sedikit pengetahuan yang mereka miliki.
Dengan semangat dan niat untuk bisa mengembangkan ketrampilan menjahit, serta tujuan meningkatkan ekonomi keluarga dan kelompok, kelompok perempuan desa Balongtani setia mengikuti tahapan yang ada di PNPM.  Melalui MDKP khusus, mereka berkompetisi dengan usulan perempuan lainnya. Setelah melewati proses perangkingan dalam MDKP Khusus, akhirnya disepakati dan ditetapkan bahwa usulan kelompok perempuan yang berasal dari MDKP khusus adalah pengajuan kegiatan pelatihan menjahit.
Melewati proses penulisan usulan dan verifikasi usulan, serta swadaya yang murni dari kelompok pengusul, akhirnya melalui proses MAD Penetapan, usulan kelompok perempuan desa Balongtani akhirnya terdanai oleh PNPM-Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013, dan melewati proses MD Informasi dipaparkan mengenai terdanainya usulan pelatihan menjahit kelompok perempuan desa Balongtani. Sambutan yang luar biasa dari kelompok pengusul setelah mengetahui usulannya akhirnya bisa terdanai oleh PNPM-MPd.
Setelah menunggu sekian lama, bahkan ada yang mengira kegiatan pelatihan menjahit ini tidak jadi terlaksana di desa Balongtani, akhirnya pelatihan menjahit desa Balongtani pun terlaksana. Dengan latar belakang yang rata-rata sudah mengenal mesin jahit walaupun belum sempurna sepenuhnya, peserta pelatihan menjahit kelompok perempuan desa Balongtani pun dimulai.
Diawali dengan pengenalan dasar menjahit, serta materi-materi yang diberikan oleh tim Pelatih menjahit dengan metode teori dan langsung praktek selama 20 hari, kelompok pengusul atau kelompok perempuan desa Balongtani pun dengan serius mengikuti proses pelatihan.  Mereka dengan tekun melakukan apa yang diinstruksikan oleh Pelatih, tidak segan para peserta aktif bertanya kepada Pelatih mengenai hal yang belum jelas atau hal yang belum diketahui. Melalui tahapan proses pelatihan, sedikit demi sedikit peserta pelatihan menjahit akhirnya  menguasai ilmu menjahit, dengan praktek pula peserta pelatihan bisa membuat baju dengan pola yang mereka susun sendiri.
Peserta pelatihan menjahit menunjukkan
hasil karya dari kegiatan pelatihan menjahit
 
Hasil dari pelatihan menjahit kelompok perempuan desa Balongtani mulai terlihat, berbagai macam hasil jahitan mereka pamerkan dengan bangga, peserta bersaing untuk menghasilkan yang terbaik dari tangan mereka. Harapan pun berlanjut, dari para peserta pelatihan terhadap pelatihan menjahit inipun berharap supaya kegiatan pelatihan menjahit ini tidak selesai sampai 20 hari, sebagian besar mempunyai keinginan untuk kembali mengembangkan kegiatan pelatihan ini, baik pelatihan lanjutan di tahun mendatang, serta hasil dari pelatihan menjahit ini bisa diikutkan dalam kegiatan pameran kegiatan PNPM, dengan tujuan hasil jahit peserta bisa dikenal, ekonomi peserta meningkat serta kapasitas peserta menjahit bisa kembali bertambah dengan metode pengembangan pola yang beraneka macam. Dengan harapan yang positif dari para peserta pelatihan, bahkan pada saat pelaksanaan MDPJ I dilaksanakan, masyarakat yang tidak mengikuti pelatihan menjahitpun berujar, mereka menyatakan ingin bergabung dengan mengikuti pelatihan menjahit ini, mereka berharap pula usulan ini tidak hanya terlaksana pada tahun ini, bahkan mereka ingin pula mengikuti dan berkembang serta mendapatkan ilmu serta meningkatkan ekonomi keluarganya dengan pelatihan menjahit.  Menurut beberapa pesrta pelatihan pula, pelatihan menjahit ini sebagai awal dari pengembangan kegiatan ekonomi mereka, mereka bisa membuka usaha menjahit sendiri, bisa bekerja pada perusahaan konveksi, ataupun secara berkelompok mereka bisa mengembangkan usahanya paska pelatihan menjahit ini selesai. Para peserta pelatihan pun sangat gembira, selain mereka difasilitasi dalam kegitan pelatihan menjahit ini oleh PNPM-MPd, mereka juga akan mendapatkan paket alat mesin jahit dan mesin obras.
Peserta pelatihan menjahit serius dalam
mengikuti praktek pelatihan menjahit 
Walaupun paket alat mesin jahit dan mesin obras ini diberikan secara berkelompok, mereka tetap merasa bersukur dan senang; karena walau alatnya terbatas, tapi paling tidak dengan bantuan mesin jahit dan mesin obras, kelompok peserta ini sudah mempunyai rencana atau jadwal mengenai bagaimana tindak lanjut dari pemberian bantuan mesin jahit dan mesin obras.  Hasil dari pelatihan menjahit ini akan mereka tunjukkan dalam kegiatan Musyawarah Desa, sebagai bukti bahwasanya kelompok perempuan desa Balongtani bisa dan berhasil serta mampu merealisasikan usulannya, serta menunjukkan hasil yang nyata kepada masyarakat sesuai dengan komitmen awal mereka. Disusun oleh Dudik Filyakso (FK Jabon).   
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger