Home » » Sarana Air Bersih PNPM Mandiri Perdesaan Membawa Berkah

Sarana Air Bersih PNPM Mandiri Perdesaan Membawa Berkah

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Sabtu, 13 Juli 2013 | 14.23



Trenggalek. Sudah berpuluh-puluh tahun warga dusun Bonpal dan dusun Pingit Kidul desa Gador Kecamatan Durenan kabupaten Trenggalek setiap musim kemarau kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hal ini karena secara geografis letak dua dusun ini sudah merupakan dataran tinggi namun lokasinya masih cukup jauh dari hutan dan sumber mata air. Air dari sumber mata air pegunungan tidak sampai menjangkau di dua dusun tersebut. Saat musim hujan warga menampung air hujan di bak-bak penampungan untuk kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau warga hanya mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air. Satu-satunya sungai yang ada letaknya dibawah dusun Bonpal dan dusun Pingit kidul. Warga harus menuruni jalan setapak sejauh 500 m untuk mengambil air, mandi dan mencuci. Saat musim kemarau panjang sungai kering, satu-satunya harapan tinggalah bantuan air bersih dari pemerintah yang dikirim dengan mobil tangki.

Cerita pilu ini berakhir saat Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Mandiri Perdesaan desa Gador berhasil menyelesaikan kegiatan Sarana Air Bersih di dusun Pingit Kidul pada awal tahun 2011. Usulan kegiatan sarana air bersih ini merupakan usulan utama dari dusun Bonpal dan Pingit kidul saat tim PNPM desa Gador melaksanaan penggalian gagasan di tiap dusun. Tim menemukan satu potensi sumber air yang letaknya di wilayah bagian bawah dari dusun Pingit Kidul, yakni ada satu sumur yang sudah teruji bertahun tahun tidak pernah kering meskipun saat kemarau panjang. Namun permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana mengalirkan air ini ke dusun Bonpal dan Pingit kidul karena posisi dua dusun tersebut diatas sumber mata air.  Untuk dapat mengaliri dusun Bonpal dan dusun Pingit kidul tentu letak bak penampungan air haruslah berada ditempat yang paling  tinggi di dusun Pingit kidul.  Setelah menentukan tempat bak penampungan air, tim mengukur jarak antara mata air dan bak penampungan adalah 400m. Beda tinggi (vertikal) antara mata air dan bak penampungan adalah 70 m, pengukuran dilakukan manual dengan selang timbang dan meteran.  Dari hasil konsultasi dengan Fasilitator Teknik Kecamatan di dapatkan hasil bahwa untuk pemompaan air dengan beda ketinggian tersebut bisa dilaksanakan salah satunya menggunakan pompa submersibel. Tim melakukan survey ke beberapa distributor pompa submersibel di Tulungagung dan Blitar  namun belum di dapat informasi yang pasti mengenai spesifikasi pompa yang bisa digunakan. Setelah konsultasi ke salah satu distributor pompa air yang bisa mengatasi masalah tersebut di perwakilan Surabaya di dapat informasi spesifikasi pompa submersibel yang tepat sesuai kondisi yang ada di dusun Pingit yakni tipe SQ3. Sayangnya tipe tersebut barangnya  tidak tersedia, jadi harus inden ke pabrik di Denmark sehingga pemesanan membutuhkan waktu 3 bulan.  
Satu hal yang lumayan menyita energi tim adalah saat survei awal.  Untuk mendapatkan data beda tinggi  (vertikal) antar pathok jalur pipa distribusi air sepanjang 3 km, dilakukan dengan cara manual menggunakan selang timbang dan meteran. Untuk mendapatkan hasil yang akurat pengukuran dilakukan dua kali dengan didampingi Fasilitator Teknik Kecamatan.
Setelah pekerjaan TPK selesai dan air sudah mengalir, dengan swadaya pengadaan pipa, water meter dan kran warga bisa mengakses layanan air bersih ke rumah masing-masing. Saat ini terdapat 110 Kepala Keluarga (KK) dari dusun Bonpal dan Pingit Kidul menikmati sarana air bersih yang dibangun PNPM Mandiri Perdesaan.   Biaya yang dibebankan ke warga cukup ringan, yakni mulai Rp. 16.500 per bulan. Untuk pemakaian dalam kapasitas besar ada tambahan beban pembayaran yang dihitung sesuai dengan jumlah kubikasi air yang dipakai. Tentu beban biaya ini cukup murah dan terjangkau oleh kemampuan warga.   Setelah TPK melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST), pengelolaan sarana air bersih yang telah dibangun dilaksanakan oleh  Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana (TP3)  yang bertanggungjawab kepada pemerintahan desa Gador. Sebagian hasil digunakan untuk pemeliharaan dan penambahan jaringan sehingga beberapa warga dusun Krajan bisa ikut menikmati sarana air bersih murah yang dibangun PNPM Mandiri Perdesaan.
Dampak positif dari adanya bangunan sarana air besih ini selain meningkatnya taraf kesehatan warga juga terjadi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Beberapa lapangan pekerjaan baru muncul di dusun Bonpal dan Pingit Kidul, diantaranya adanya pedagang makanan dan minuman, dan home industri pembuatan batu bata. Sebagian besar pembuatan batu bata dilaksanakan ibu-ibu sebagai usaha sampingan membantu menambah penghasilan suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Untuk menambah modal usaha kelompok ibu-ibu dusun bonpal mengajukan bantuan pinjaman modal melalui program kegiatan SPP Perguliran ke UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Durenan. Hingga saat ini tercatat ada 5 kelompok SPP perguliran di dusun Bonpal desa Gador.   Warga dusun Bonpal dan dusun Pingit Kidul merasakan betul manfaat dari adanya kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di desa Gador. Salah seorang warga bernama Lasirin yang berprofesi sebagai pedangan bakso keliling mengungkapkan, “ PNPM mendatangkan keberkahan kepada keluarga kami.  Untuk keperluan air bersih kini kami tinggal putar kran, tidak perlu mengambil dari jauh. Untuk penambahan modal kami mendapatkan bantuan pijaman SPP dengan jasa yang sangat ringan bahkan tidak perlu jaminan. Alhamdulillah usaha kami sekarang lebih lancar. Terimakasih PNPM “.  Ditulis oleh  Nurrofiq, S.Pd (FK Kec. Durenan)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger