Home » » PNPM MPd, Bantu Peralatan Polindes Desa Bulu Kecamatan Balen - Peralatan Polindes Terlengkap Se-Kabupaten Bojonegoro

PNPM MPd, Bantu Peralatan Polindes Desa Bulu Kecamatan Balen - Peralatan Polindes Terlengkap Se-Kabupaten Bojonegoro

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 29 Juli 2013 | 14.38

Bojonegoro - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) selain berupaya mengentaskan kemiskinan di Bojonegoro, perhatian terhadap kesehatan juga menjadi prioritas dari usulan warga. Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengusulkan peralatan Polindes, hingga di desa tersebut satu-satunya Desa Se-Kabupaten Bojonegoro yang mempunyai peralatan terlengkap. Laporan: M. Yazid
Pelayanan prima harus ditunjang dengan peralatan yang memadai. Kantor Polindes Desa Bulu Kecamatan Balen dapat dijadikan contoh desa lainnya, karena mempunyai peralatan terlengkap se-Kabupaten Bojonegoro. Didalam badan yang kuat, terdapat jiwa yang sehat, hal itu yang dijadikan pegangan warga setempat untuk mengusulkan peralatan polindes.
Salah seorang warga setempat, Helen mengaku kalau betapa pentingnya pelayanan kesehatan di desa, warga bisa memanfaatkan dengan optimal keberadaan polindes jika mempunyai peralatan terlengkap se-Kabupaten Bojonegoro, makanya para warga sepakat mengusulkan peralatan Polindes sesuai standart. “Jadi para warga tidak perlu pergi ke Puskesmas, kalau hanya sekedar memeriksakan kesehatan. Di Polindes Desa sudah bisa melayani,” ujarnya.
Disisi lain, kebanggaan tersendiri apabila Desa Bulu disebut-sebut mempunyai peralatan Polindes terlengkap, dengan adanya fasilitas itu kesehatan para warga dapat terjamin. Setidaknya penanggulangan sejak dini, sebab terjadinya penyakit dapat ditanggulangi adanya peralatan yang sudah sesuai standar kedoktertan. Pasalnya kesadaran masyakat akan lebih meningkat, untuk hidup sehat.
“Penggandaan peralatan kesehatan sangat membantu mempercepat proses penanganan darurat kesehatan di Desa Bulu,” jelasnya kepada wartawan PNPM saat ditemui dirumahnya.
Sementara itu Kepala Desa Bulu Kecamatan Balen, Subandi mengatakan, pembelian peralatan Polindes Desa Bulu merupakan kesepakatan masyarakat saat musyawarah desa (musdes). Ia sangat paham program PNPM yang menjunjung asas permusyawaratan, agar mampu menggerakan masyarakatsebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan perekonomian warga melalui program tersebut.
“Kegiatan pengadaan alat kesehatan termasuk masukan yabgterbaik warga Desa Bulu, karena memacu kelengkapan kesehatan di Polindes dan juga mempermudah bagi warga yang setiap saat memerlukan bantuan kesehatan,” harapnya.
Untuk menunjang itu, Subandi mengharapkan pula adanya kesadaran masyarakat Desa Bulu. Tidak hanya pemerintah desa saja, namun sinergitas antar warga dan komponen masyarakat dapat menyatu untuk mewujudkan hidup sehat. “Pasalnya kesehatan sangat mahal harganya dan sangat sulit dicari,” tuturnya.
Ditambahkan, warga Desa Bulu Kecamatan Balen ada sekitar 3.786 warga dari tiga dukuhan, untuk penggandaan peralatan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp. 49.238.000,-. Dengan perincian total biaya PNPM sebesar Rp 46.738.000,- sementara sisanya Rp 2.500.000 berasal dari swadaya masyarakat.
Sedangkan Bidan Desa Bulu, Lisa Kurniawati mengakupenggandaan alat polindes itu sesuai permintaan desa, untuk menyiapkan kebutuhan peralatan Polindes apa saja yang dibutuhkan dan harus dipenuhi. Setelah ia konsultasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dan sesuai standart operasional ada beberapa peralatan. “Ternyata setelah itu, peralatan yang diajukan dipenuhi semua,” ungkapnya.
Ia mengaku sangat senang sekali, pasalnya tidak semua Polindes di Kabupaten Bojonegoro mempunyai peralatan seperti yang dimiliki Desa Bulu Kecamatan Balen. Peralatan-peralatan Polindes tersebut kini sudah berada di kantor, akan tetapi belum ia gunakan karena ada beberapa persoalan administrasi masih perlu diselesaikan.
Dijelaskan, kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi warga Bulu sangat tinggi. Terbukti peralatan Polindes tersebut merupakan usulan masyarakat. Ia sendiri awalnya mengaku kaget diusulkan Polindes, pasalnya di Polindes Desa Bulusudah ada ruagan yang memadai seperti ruang tunggu, loket, apotek, pengobatan, ruang kesehatan ibu anak (KIA) keluagra berencana (KB) dan persalinan. Serta ditambah ruang nifas dan kamar mandi.
Bidan yang bertugas sejak tahun 2003 itu juga masih merasa kesulitan mengubah perilaku warga dengan pemakaian jamban. Padahal pemerintah juga sudah menyediakan peralatan, kalau perilaku hidup sehat diterapkan warga dan ditunjang peralatan Polindes yang lengkap, tentunya tingkat kematian di Desa Bulu dapat diminimalisir.
Selain itu peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga terus diupayakan semaksimal mungkin. “Kalau dahulu persalinan dirumah bidan, namun sekarang ini sudah di Polindes karena peralatannya sudah lengkap,” imbuhnya.
Bu Bidan Lisa dengan bangga melihatkan berbagai peralatan
Lisa sapaan akrabnya menambahkan, peralatan tersebut sudah standart pelayanan kesehatan di Desa, kalau sekiranya tidak mampu ditangani desa, pasien baru dirujuk ke bawa Puskesmas maupun rumah sakit. “Setidaknya tanggap darurat kesehatan dapat terpenuhi dengan adanya pelatan yang memadahi saat melakukan tanggap darurat,” tandasnya.
Dengan adanya peralatan ini pelayanan akan lebih ditingkatkan karena sangat membantu kinerja. Selain itu, setelah ia bercerita kepada bidan lainnya tentang peralatan Polindes di Desa Bulu. “Sekarang ini bidan-bidan di desa lain, mulai mendekati kepala desa, setelah mendengar cerita saya,” ceritanya.
Ia juga mengeluhkan kurangnya tenaga kesehatan, karena pelayanan kesehatan dilakukan sendirian. Padahal seharusnya setiap desa harus ada dua yakni bidan dan perawat, hal tersebut sesuai kesepakatan Puskesmas dan Dinas kesehatan untuk mencegah kematian bayi dan ibu bidan harus dua.
Informasi yang didapat tabloid Gelora PNPM dari Desa Bulu Kecamatan Balen menyebutkan, kalau ditahun 2012 kemarin satu bayi meninggal dunia karena prematur dari 50 ibu yang melahirkan. Sementara ditahun 2013 sampai bulan Juli seorang bayi meninggal dunia saat masih berada dalam kandungan dari 19 ibu melahirkan.[zid] seperti di share oleh Endi Widiyan S, ST - FT Kecamatan Balen.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger