Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 18 Februari 2013 | 14.53

SIMPAN PINJAM & KAMBING  (Kelompok Perempuan Kreatif  dari Lereng Gunung Semeru) Kecamatan Tirtoyudo - Malang

Tidak asing jikalau laki-laki  atau kelompok laki laki punya usaha pemeliharaan kambing, akan tetapi akan menjadi beda  jika kelompok  Simpan Pinjam Perempuan ( SPP )   punya  usaha ternak kambing.
 
Tirtoyudo – Kabupaten  Malang . Kelompok   Kesemek 2 merupakan salah satu  kelompok pemanfaat SPP (Kelompok Simpan Pinjam Yang dikelola oleh Perempuan) Perguliran Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Kecamatan Tirtoyudo   berasal dari Dusun Karang Suko RT 24 Desa Taman Satriyan Kecamatan Tirtoyudo,   Kabupaten Malang. Persisnya dibawah lereng Guning Semeru  berbatasan dengan wilayah Hutan Lindung Gunung Semeru  dengan ketinggian 900 dpl.   Kelompok yang anggotanya  hampir semua mempunyai garapan tanaman  buah kesemek tersebut dimana tempat tinggal mereka rata-rata dibelakang rumahnya sudah jurang atau lereng yang dalam dengan jarak antar rumah relatif agak saling berjauhan. 

Suasana pertemuan Kelompok Kesemek 2
Kelompok Kesemek ini  dalam penambahan modal usaha dengan  memanfaatkan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang di kelola Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Kecamatan Tirtoyudo. Merasa kebutuhan keluarga semakin meningkat dan peluang mendapatkan modal usaha tidaklah mudah guna membantu perekonomian keluarga agar meringankan beban suami dalam mencari nafkah, maka ibu-ibu yang juga aktif dijamaah tahlil ini  memanfaatkan modal dana usaha  melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM – MPd) Tahun Anggaran 2010  Kecamatan Tirtoyudo sebesar Rp. 10.000.000,- dengan 10 orang pemanfaat.  Modal tersebut digunakan sangat bervariasi oleh anggota antara lain untuk jual pisang, pedagang dilem ( bahan minyak nilam ), toko pracangan dan pengrajin ruji sangkar burung dll.  Awalnya kelompok ini hanya bernama Kesemek saja dengan anggota 40 orang, karena anggotanya dirasa cukup banyak maka kelompok dipecah menjadi 2 (Dua) kelompok yaitu Kesemek 1 dan Kesemek 2, dengan harapan jumlah anggota yang tidak terlalu banyak akan mempermudah dalam mengkoordinir anggota, selain itu untuk melatih anggota bisa belajar mengkordinir anggota lainnya serta kemandirian menjadi pengurus yang baru.  Kerja keras, saling membantu, mengajak berpikir kedepan dan memotivasi untuk selalu kuat dengan menjaga komitmen yang sudah disepakati yang ditanamkan pengurus terhadap anggota tidaklah mudah.  Membiasakan hadir dalam pertemuan rutin tiap bulan, memastikan angsuran rutin tidak boleh telat dan lainnya. “ ya awalipun radi angel, enten wayae angsur kedah disusul, wayae pertemuan rutin sing dugi namung kedik, ya alhamdulillah sak niki sampun sadar mboten usah di oprak-oprak pun lancar mboten ngeselne sikil “,  atau - awalnya agak susah, ada yang waktunya mengangsur harus di jemput, waktunya pertemuan rutin yang datang Cuma sedikit, Alhamdulillah sekerang sudah sadar dan lancer dan tidak membuat kaki capek” , ungkap Ngantiani Ketua kelompok Kesemek 2.  


Ngantiani (Ketua)
Perjalanan cukup jauh walau jarak dari kantor UPK ke  lokasi kelompok Kesemek 2 berada yaitu di dusun Karang Suko RT 24 sekitar 22 KM dengan medan  yang cukup menantang naik dan turun pegunungan dengan kondisi jalan sebagian besar tanah liat, kelompok ini tidak mau kalah dengan kelompok dari desa terdekat lainnya  terbukti sudah 3 kali mendapatkan bonus dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  atau istilah dalam PNPM yaitu mendapatkan  IPTW (Insentif Pengembalian Tepat Waktu)  karena setiap angsuran dari kelompok ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tidak pernah telat sejak mendapatkan modal awal dari PNPM MPd tahun 2010 sampai angsuran terakhir November 2012.  Selain dari itu kelompok Kesemek 2 juga mendapatkan sumber kas  lain yaitu dari kas anggota, penggunaan kas selain untuk honor pengurus juga biaya transport Rp. 20.000,- untuk setor angsuran ke UPK sisanya dikumpulkan.  Ide punya ide, dalam diskusi kecil kecilan sepakat bahwa sisa kas anggota sebesar Rp. 482.500,-  di tahun pertama dibelikan se-ekor Kambing dengan harga Rp. 450.000. “ Alhamdulilah pak matur suwun sanget disukani modal saking UPK, hasil kas tahun wingi saget ditumbasaken mendo lan sak niki sampun gada anak setunggal meh setahun “ , ( Alhamdulillah Pak terima kasih bisa diberi modal dari UPK, hasil kas tahun kemarin dapat dibelikan  kambing dan sekarang sudah punya anak hampir umur setahun) . Ungkap Ngantiani Ketua Kelompok Kesemek 2 disaat pelaksanaan Verifikasi Perguliran November 2012.

Jenis Kambing yang dipelihara oleh Kelompok Kesemek 2 adalah pilihan mereka sendiri
Awalnya mereka tidak tahu bagaimana memeliharanya, siapa yang bertangung jawab. Bahkan kambing sempat menginap bergantian ke anggota yang satu ke anggota lainnya. Akhirnya tidak lama kemudian berdasarkan kesepakatan kambing di tempatkan di satu tempat yang kebetulan diserahkan peliharaanya oleh suami dari pemanfaat SPP dari kelompok Kesemek 2.  Dari hasil kesepakatan anggota rencana dari hasil kas 2012 ini juga akan dibelikan kambing.  “ Bagi saya selaku Kepala Desa, biarkan mereka kreatif guna memenuhi kebutuhan pribadi dan kelompoknya serta akan sangat membanggakan bagi kami jikalau bisa membawa nama baik desa,  dan kami selalu mendukung program apapun selama untuk kepentingan masyarakat “ Ungkap  Ponidjo Kepala Desa Tamansatriyan.  Di desa Taman Satriyan tidak hanya kelompok Kesemek 2 yang selalu mendapatkan IPTW, hal ini dibenarkan oleh Pungki Sri Pamungkas selaku ketua UPK Kec. Tirtoyudo  “ benar tidak hanya kelompok Kesemek 2 yang selalu mendapatkan IPTW, tetapi juga   ada kelompok Kopi yang diketuai  Hariati dan  Kelompok Melati  yang diketuai Sri Widiyati selalu mendapatkan IPTW sejak  tahun2009” .  Dengan lokasi yang cukup jauh dan medan lumayan berat,  kelompok SPP didesa ini pernah mendapatkan apresiasi positif oleh Tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Provinsi Jawa Timur yang pada bulan April 2012  melakukan pemeriksaan di UPK Kecamatan Tirtoyudo dan secara langsung melakukan kunjungan kelokasi desa Taman Satriyan dan  dialog dengan pemanfaat SPP.  “ Pinjam wonten PNPM niku enak, cukup ndamel KTP, mboten usah teko nang kantor, mboten wonten jaminan”, “( Peminjan di PNPM itu enak, cukup pakai KTP, tidak harus datang ke kantor dan tidak ada jaminan”) Ungkap Giyem istri Ketua RT dari kelompok Kesemek 2. Juga diungkapkan Suparsih dari kelompok Melati dipertemuan lainya. “ Kalau bisa bunga dari kelompok ke UPK itu cukup 1 % saja pak, karena sekarang banyak orang yang keliling ( Jasa pemberi modal lain yang datang kerumah-rumah, red) “ Ungkap Sri Widiyati ketua kelompok Melati berharap.
 
Alangkah indahnya manakala sisa kas kelompok SPP atau UEP PNPM MPd di Kecamatan Tirtoyudo semua di belikan Kambing dan di gaduhkan  kepada semua masyarakat miskin  mereka akan mendapatkan tambahan pekerjaan dan dapat menambah penghasilan keluarga. Semoga  (Ditulis FK Kecamatan Tirtoyudo - Muhadi dan Suparman, SPd - Faskab Malang)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger