Home » » SEBUAH PENGALAMAN LAPANGAN TENTANG PENANGANAN KASUS GIZI BURUK PADA BALITA DI KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG

SEBUAH PENGALAMAN LAPANGAN TENTANG PENANGANAN KASUS GIZI BURUK PADA BALITA DI KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Selasa, 26 Februari 2013 | 14.03

Pendampingan dari Puskesmas ke RTM Balita BGM
Kabupaten Malang -Program Nasional Pemberdayaan Mandiri Perdesaan Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-MPd-GSC) adalah program fasilitasi kepada masyarakat yang belum mendapat layanan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan, walaupun pemerintah sudah memperhatikan tetapi pemerintah pusat masih merasa perlu adanya program ini. Dengan maksud dan tujuan dari program ini adalah 1. Untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak bayi dan  balita, 2. Untuk meningkatkan derajat pendidikan sekolah dasar sehingga tamat sekolah menengah pertama (SD/MI sampai SMP/MTs) kepada masyarakat dan masyarakat yang kurang mampu harus mendapatkan perhatian khusus dari program PNPM, ini yang menjadi latar belakang adanya PNPM GSC.

Peran ortu dan kader sangat berarti mengatasi BGM
Di Kecamatan Pagelaran jumlah penduduk kurang lebih 68.934 jiwa dengan 18.330 Kepala Keluarga (KK) serta sebagian besar penduduknya bermata pencaharian berkebun dan bertani, buruh, pegawai dan karyawan. Prosentase KK Rumah Tangga Sangat Miskin (RTM) kurang lebih 6,10%.  Walaupun bantuan PNPM GSC mulai tahun 2008, tetapi yang namanya keluarga miskin tetap ada.  Berdasarkan fakta lapangan,  masih adanya balita gizi buruk, hal ini ditemukan setelah bayi umur dua bulan berat badan tidak naik dan bayi menjadi kurus, cerita singkat pada awalnya bayi tersebut lahir satu setengah tahun yang lalu dengan cara caesar dan lahir dengan berat badan yaitu 2,7 ons.   Orang tua tersebut dari kalangan keluarga tidak mampu, dengan pekerjaan yang tidak tetap otomatis penghasilan tidak menentu, sehingga mengakibatkan kondisi keluarga yang pas-pasan, sehingga gizi anak menjadi kurang perhatian, muncullah balita kekurangan gizi. Indikasi kurang gizi dibuktikan setiap balita dibawa ke posyandu dari lahir yang beratnya 2,7 ons, tidak ada kenaikan sama sekali, walaupun naik 0,5 – 1 ons sehingga sampai umur 5 bulan, ditetapkan menjadi balita gizi buruk , setelah dari bidan diamati dan dianalisa dibawa ke puskesmas dan dikonsultasikan ke ahli gizi, tidak ada berkembangan yang berarti.  Kemudian pada umur 13 bulan sakit parah dan kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditangani, selama kurang lebih satu bulan kemudian ada penambahan berat badan sebelum dibawa berat badan hanya 4,5 ons, kemudian naik 0,3 ons menjadi 4,8 on, alhamdulillah ada perkembangan, walaupun kurang mengembirakan,  ini semua berkat kerjasama semua pihak dari kader PNPM Generasi sehat dan Cerdas,  sampai saat ini tetap menjadi perhatian dari semua pihak termasuk dari Tim Penggerak PKK desa dan Kecamatan, Bidan Kader posyandu Kader PNPM, Bidan, Puskesmas, Ahli gizi dan rumah sakit, sepakat menjadi perhatian serius dan menjadi prioritas.

SEKILAS TENTANG KEGIATAN DI POSYANDU DESA PAGELARAN

Mari kita dukung kegiatan posyandu di desa Pagelaran dan di desa-desa lain Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, untuk mendeteksi dini permasalahan yang terjadi yang sebagian besar dipadati sasaran program yaitu kaum Bumil, Bayi dan Balita, disamping sebagai tempat pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan posyandu sehingga pemanfaatan menjadi taman periksa dan berobat, dan tidak sekedar itu saja, bisa lebih dan nyaman untuk masyarakat bisa maksimal (Multifungsi). Sasaran program tidak menyurutkan semangat Sang Bidan dan pelayan Kesehatan di tingkat Kecamatan untuk memberikan informasi penting dan penyuluhan. Dalam acara kegiatan Posyandu yang dilakukan setiap bulan sekali memberikan penyuluhan yang kaitannya dengan kesehatan, Bidan  berdialog langsung dengan ibu-ibu peserta penyuluhan tentang manfaat dari pemberian PMT atau (pemberian makanan tambahan) misalnya susu cair dan pemberian makanan bergizi bagi balita, manfaat Imunisasi begitu juga tentang penimbangan anak balita. Meski memberi penjelasan mengenai tingginya kandungan gizi pada susu cair, tak lupa beliau memaparkan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan.
Susana sosialisasi dan pelatihan bagi kader POSYANDU yang difasilitasi oleh Puskesmas
Bidan menjelaskan mengenai proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada bayi yang baru lahir, beliau berpesan kepada peserta penyuluhan untuk menyebarkan informasi ini terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil untuk melakukan proses IMD saat melahirkan nanti. “Proses IMD ini dapat mengurangi kegagalan dalam memberi ASI Eksklusif”.
Kegiatan Posyandu untuk Ibu serta Penyuluhan Manfaat ASI serta Susu Cair dilaksanakan pada 18 – 20 Desember 2012, bertempat di  desa Pagelaran ditingkatkan  yang termasuk dalam area kerja Puskesmas Kecamatan Pagelaran. Satu jam sebelum catatan penyuluhan dimulai, para ibu dan balita anggota Posyandu mengikuti kegiatan Posyandu Sehat dan cerdas yang diadakan rutin sebulan sekali yang meliputi penimbangan berat badan balita, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS), konsultasi gizi balita, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan Posyandu desa Pagelaran kedepan berharap dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, Kader maupun para ibu anggota Posyandu-nya dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan pada usia dini – dibuat dan ditulis oleh FK  GSC Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang - Mohamad Imam Muslih
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger