Home » » PENANGANAN MASALAH GIZI BURUK UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN SERTA BERAT BADAN BAYI & BALITA SOLUSINYA “MAKANAN SIAP SAJI DITEMPAT”

PENANGANAN MASALAH GIZI BURUK UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN SERTA BERAT BADAN BAYI & BALITA SOLUSINYA “MAKANAN SIAP SAJI DITEMPAT”

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 21 Februari 2013 | 09.56

LATAR BELAKANG
 
Kabupaten Magetan - GIZI BURUK, GIZI KURANG, BERAT BADAN TIDAK NAIK, BAYI & BALITA  MALAS MAKAN.  Mungkin itu adalah permasalahan kesehatan bagi para ibu di sebagian besar masyarakat desa di jawa timur atau di Indonesia yang “mungkin terjadi”. Terus pertanyaanya, bagaimana penyelesainya…?  apa ide untuk menangani ini semua…?  Ide untuk menangani persoalan gizi buruk memang variatif, berbagai hal telah dicoba dari tahun 2007, 2008 hingga 2009 ; mulai dari penyuluhan, paket ulang pemberian makanan tambahan hingga dibawa ke dokter untuk penanganan lebih intensif terjadinya gizi buruk atau gizi kurang yang dialami oleh bayi dan balita, namun hal itu masih belum optimal karena kesehatan bayi dan balita tidak stagnan, ia bergerak sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Namun hasilnya masih kurang maksimal.
Berawal dari informasi Dinas Kesehatan terkait penanganan gizi buruk dengan TFC (Therafeutic Feeding Center) atau bila diterjemahkan “Pusat Terapi Pemberian Makanan” bagi bayi dan balita yang BGM (Bawah Garis Merah) atau yang umum sering disebut gizi buruk. Namun pola penanganan ini membutuhkan biaya yang cukup besar, karena harus membangun pusat Karantina (Rumah Tinggal Sementara) bagi bayi dan balita untuk tinggal sementara agar dapat ditangani secara intensif yang dibantu oleh tenaga kesehatan bahkan oleh dokter spesialis ditempat tersebut.

DIMULAI DARI SOSIALISASI
 
Sosialisasi dari PNPM GSC bersama Kader
Berbagi pengalaman dari lapangan yang dilakukan di Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, hal pertama yang dilakukan adalah sosialisasi jauh-jauh hari kepada masyarakat desa khususnya bagi para Ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita. Sosialisasi ini bekerja sama kepada para pamong desa untuk meneruskan di masjid dan mushola untuk menghadiri Musyawarah Dusun dan Penggalian Gagasan.  Pada Tahun Anggaran 2010, saat musyawarah dusun dilakukan dan dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion) atau biasa disebut Diskusi Khusus Kelompok Perempuan, para Fasilitator Desa/Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dibantu para kader PNPM Generasi menyampaikan kepada masyarakat tentang sosialisasi PNPM dan menggali permasalahan kesehatan di dusun, sambutan positive masyarakat dan antusias untuk membangun pola kesehatan dan pendidikan bagi generasi mereka pada masa yang akan datang. Diskusi dengan masyarakat desa dan petugas kesehatan desa pun terus berlanjut hingga di kecamatan mengumpulkan para penanggung jawab kesehatan desa (bidan desa) disela-sela kesibukan mereka. dan akhirnya ada ide Pemberian Makanan Siap Saji di tempat. Gayung bersambut, dari Puskesmas, dr. Hari mendukung  ide ini dan memberikan buku tentang menu kepada para penanggung jawab kesehatan untuk ditindak lanjuti diberikan penyuluhan kepada para kader posyandu didesa. Hingga lokakarya dengan dinas layanan dilakukan, pembahasan rekomendasi pun mendukung usulan sebagian besar desa untuk meningkatkan kesehatan lebih baik lagi. Setelah menjadi usulan kegiatanpun siap untuk dilaksanakan didesa

DIMASAK SENDIRI OLEH MASYARAKAT DESA DENGAN ”MENU LOKAL”
 
Menu hasil masakan sendiri siap saji
Awalnya Memang sulit, masyarakat khususnya kaum ibu harus belajar menu lokal yang sederhana yang mudah di masak dan nilai gizinya setara sesuai dengan usia bayi dan balita pada usia pertumbuhan mereka seperti ; Soup Makaroni, Semur tahu ayam dan nasi, kacang hijau, soto nasi, nasi kuning dan ayam, telor matang, soup bayam, arem-arem beras, ngasari beras dll.  Karena hal ini sesuatu yang baru untuk menjawab permasalahan penanganan gizi buruk dan gizi kurang membutuhkan tenaga ekstra dari para kader desa untuk memberikan bimbingan tentang menu lokal yang harus dimasak sendiri oleh masyarakat, menu lokal yang telah diajarkan oleh para penanggungjawab desa (bidan desa) sebelum nanti di komsumsi oleh para pemanfaat, selama 30 HMA (Hari Makan Anak) atau 3 bulan penuh menu tersebut harus dimasak sendiri oleh masyarakat dan juga harus dikonsumsi kepada bayi dan balita. Namun hasilnya luar biasa, masih dalam hitungan satu bulan berat badan dan kesehatan bayi terpantau lebih baik dan pada posyandu berikutnya pola makan ditempat pun dilaksanakan untuk menindak lanjuti hasil yang baik dari Makanan Siap Saji Ditempat Posyandu.

POSYANDU PUN HARUS MAKAN DI TEMPAT
 
Suasana makan ditempat Taman Posyandu
Karena sifatnya pembelajaran kepada masyarakat, maka saat kegiatan posyandu semua ibu yang memiliki bayi dan balita diharuskan mengkonsumsi ditempat layanan posyandu makanan lokal siap saji yang diberikan. Setiap ibu juga harus membawa tempat makan bayi dan balita sendiri seperti ; piring sendok dan gelas. Sebelum pelaksanaan makan ditempat setiap ibu, diajarkan membersihkan tangan dengan cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun, tentunya untuk menjaga kesehatan.   Pola makan siap saji ditempat ternyata efektif dan efisien, karena proses pemantauan bantuan PMT dapat langsung di saksikan dan dikonsumsi oleh pemanfaat, sehingga makanan benar-benar dapat dikonsumsi oleh bayi dan balita. Hal ini dilakukan pada semua posyandu se kecamatan Ngariboyo, dan berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan dan peningkatan berat badan bayi dan balita.

DAMPAK POSITIF PEMBERIAN MAKANAN LOKAL DITEMPAT
 
warga berhalangan hadir kader siap mengantar ke rumah
Kegiatan pemberian makanan siap saji ditempat dan dikonsumsi langsung oleh bayi dan balita secara masal memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menjalin tali silaturahim, meningkatkan nafsu makan anak karena dikonsumsi bersama dengan bayi dan balita yang lain, juga mengajarkan kepada masyarakat tentang menu lokal yang lebih steril dibandingkan dengan makanan instan. Disisi lain juga mengajarkan kepada masyarakat bahwa banyak menu lokal yang dapat mereka olah untuk mereka konsumsi dan mudah mencarinya dengan kadar gizi yang tidak kalah baik dengan mnakanan instan, sehingga menjadikan masyarakat lebih siap untuk mengelola sendiri menu-menu lokal yang dapat dengan mudah mereka peroleh disekitar halaman mereka yang terlepas dari bahan pengawet, dan tentunya generasi ke depan merupakan generasi yang benar-benar sehat untuk masa depan yang lebih baik.
Ditulis oleh : SLAMET MARTOYO (FK PNPM GENERASI KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN)


Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger