Home » » DIMASAK SENDIRI LEBIH SEHAT DAN HEMAT BEBAS DARI BAHAN PENGAWET YANG BERBAHAYA BAGI PERTUMBUHAN KESEHATAN IBU & ANAK Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Menu Makanan Lokal

DIMASAK SENDIRI LEBIH SEHAT DAN HEMAT BEBAS DARI BAHAN PENGAWET YANG BERBAHAYA BAGI PERTUMBUHAN KESEHATAN IBU & ANAK Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Menu Makanan Lokal

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 21 Februari 2013 | 11.02

LATAR BELAKANG
 
Ngariboyo - Magetan - GIZI BURUK senantiasa menjadi permasalahan klasik yang terkadang muncul di masyarakat. Dari tahun ketahun senantiasa muncul permasalahan gizi kurang bahkan sampai gizi buruk dimasyarakat.  Hal ini dapat terjadi karena kesehatan bayi dan balita sifatnya tentative, hari ini sehat bisa jadi esok harinya ia sakit pun sebaliknya. Hal lain lain yang menjadi permasalahan adalah tingkat pengetahuan orang tua khususnya ibu bayi. Kebanyakan belum banyak mengetahui bagaimana mengolah menu makanan sehat, disisi lain yang juga menjadi permasalahan adalah tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Bila selama ini gizi kurang dan gizi buruk identik terjadi pada keluarga tidak mampu, namun beberapa tahun akhir ini muncul permasalahan gizi kurang dan gizi buruk muncul pada keluarga yang “mampu”. Bila dari segi makanan mungkin bagi keluarga yang mampu tidak kekurangan bahkan tidak menjadi maslaah, namun nilai gizi yang terkandung dalam makanan yang diberikan untuk bayi dan balita yang terkadang masih belum diperhatikan.  Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan solusi usulan yang senantiasa muncul untuk meningkatkan berat bagan dan gizi bayi dan balita, bila diperhatikan prosentasenya kecil dibandingkan dengan perhatian lebih dari masing-masing keluarga untuk meningkatkan gizi dari menu harian yang diberikan untuk bayi dan balita mereka.
 
PENGENALAN BERBAGAI MACAM MENU MAKANAN SEHAT UNTUK KADER POSYANDU
 
Suasana di Taman Posyandu - pengenalan makanan sehat
Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelaksana lapangan yang bersentuhan langsung dengan masayaraka tingkat terendah (Dusun). Bila diperhatikan mereka lebih didengar dan lebih dekat dengan kaum ibu yang memiliki anak bayi dan balita. karena saat kegiatan posyandu berlangsung kader-kader desa ini menggukanan bahasa yang sangat  sederhana dan mudah untuk dimengerti para kaum ibu saat pengarahan dilaksanakan di posyandu. Berbekal pengarahan dan pengenalan menu makanan sehat yang telah diberikan oleh masing-masing bidan desa, para kader posyandu meneruskan pengetahuanya untuk disampaikan kepada para ibu yang memiliki bayi dan balita. Pengenalan langsung terkait dengan menu makanan sehat kepada para ibu diberikan dalam bentuk makanan jadi yang sudah dimasak oleh kader posyandu. Selanjutnya para kader memberikan penjelasan terkait menu makanan sehat yang sudah ada untuk diberikan penjelasan bagaimana cara pembuatan menu sehat yang sudah tersaji tersebut. Setelah kegiatan posyandu selesai ibu-ibu memiliki referensi baru terkait menu sehat yang dapat mereka coba untuk diberikan kepada bayi atau balita mereka.  Bagi ibu-ibu yang tidak hadir di posyandu, para kader secara sukarela menyambangi secara door to door untuk memberikan makanan sehat kepada mereka. Ada selembar kertas yang merupakan resep makanan sehat yang diberikan, bukan saja makanan jadi yang para ibu dapatkan tetapi juga menu makanan sehat yang telah tertulis dalam kertas yang dapat menjadi referensi para ibu untuk dicoba dirumah masing-masing.  Bila diperhatikan, pengolahan langsung makanan sehat oleh para kader posyandu lebih baik dan steril bila dibandingkan beli makanan jadi. Pemilihan berbagai menu pada setiap pelaksanaan posyandu tidak hanya membuat para bayi dan balita senang tetapi juga agar tidak bosan dengan menu makanan yang terus menerus diberikan. Konsultasi langsung dengan para bidan didesa memberikan tambahan pengetahuan baik untuk para kader tetapi  juga bagi kelangsunan pelaksanaan kegiatan posyandu dimasing-masing pos.   Pelaksanaan posyandu yang dijadwal khusus pada masing-masing pos dan dusun memberikan efektifitas tersendiri, karena dengan jumlah yang lebih sedikit akan menjadikan pelaksanaan kegiatan posyandu lebih efektive. Jadwal posyandu masing-masing pos tidak berbenturan satu sama lain juga membuat monitoring pelaksaan kesehatan lebih baik.

MASYARAKAT MEMASAK SENDIRI MENU LOKAL ”DIMASAK SENDIRI LEBIH SEHAT DAN HEMAT”
 
Menu lokal dimasak sendiri ....lebih sehat & hemat
Proses masuk dilakukan bersama-sama .....seimbang
Bila diperhatikan, dari tahun ke tahun jumlah BLM yang diberikan pemerintah tidak semakin meningkat, tetapi sebaliknya. Dana yang diberikan yang bersifat subsidi setidaknya dapat memberikan banyak pengetahuan bagi masyarakat kelak, dengan berbagai pengetahuan kesehatan dan pendidikan yang selama ini diberikan diharapkan dapat memberikan solusi ”kesehatan yang semakin mahal”, padahal masyarakat memiliki pekarangan yang bila di kaji lebih jauh ”lebih sehat dan steril” tanpa adanya campuran bahan pengawet.   Masak sendiri mungkin sudah hal yang biasa bagi masyarakat, namun pertanyaanya adalah; apakah makanan yang dimasak sudah memenuhi standard gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dan balita mereka ?  Melalui tambahan pengetahuan dan pengarahan serta pelatihan lagsung menu makanan sehat akan memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, saat kegiatan posyandu akan dilaksanakan makanan yang disajikan dimasak bersama masyarakat, pembelajaran langsung ini sangat efektive. Kertas menu yang dibagikan kepada para ibu sangat bermanfaat, kelak seandainya saat PNPM Generasi sudah tidak ada, para ibu sudah dapat mengolah dan menakar sendiri nilai gizi yang seharusnya didapatkan untuk bayi dan balita mereka, disisi lain para ibu dapat memaksimalkan semua pekarangan rumah yang ada, yang secara nyata lebih sehat dan lebih steril dari bahan pengawet bila dibandingkan dengan membeli langsung dipasaran.  Kembali ke halaman rumah sendiri dengan kemampuan sendiri lebih menghemat biaya dan lebih sehat tentunya.

DAMPAK POSITIVE
 
Pengetahuan yang didapatkan melalui usaha sendiri yang keras akan semakin melekat difikiran, pengalaman langsung, praktek langsung, merupakan solusi untuk meningkatkan pengetahuan bagi para ibu untuk lebih peduli dalam hal peningkatan kesehatan bayi dan balita mereka.  Memanfaatkan kemampuan yang ada disekitar halaman rumah dari pekarangan, sawah dan ladang memberikan banyak manfaat langsung bagi para ibu. Jauh dari bahan pengawet tentunya akan semakin meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan bagi bayi dan balita kelak, karena masa depan bayi dan balita masih sangat jauh kedepan. Mereka membutuhkan asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan mereka, dan tentunya orang tualah yang harus peduli terhadap pertumbuhan dan kesehatan bayi dan balita mereka, sedikit yang sehat memenuhi nilai gizi bagi pertumbuhan bayi dan balita akan berdampak positive bagi pertumbuhan kesehatan mereka.  Ditulis oleh : SLAMET MARTONO (FK PNPM GENERASI KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger