Prinsip-prinsip Dasar PNPM Mandiri Perdesaan: 1.Transparansi, 2.Keberpihakan pada Orang Miskin, 3.Partisipasi Masyarakat, 4.Prioritas Kebutuhan, 5.Kesetaraan Gender, 6.Akuntabilitas, 7.Keberlanjutan. Anda tengah berkunjung di Web Blog PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur di www.pnpm-jatim.com

Rekrutmen Fasilitator

Arsip lain Kategori ini »

Usulan Yang Dibutuhkan Masyarakat Melalui PNPM?

Keluarga Besar PNPM Mandiri

Postingan Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Tajuk Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tajuk Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan

Fasilitator PNPM, Apa Yang Sebenarnya Kau Cari

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Rabu, 23 Januari 2013 | 21.40


PNPM-Jatim Online. PNPM adalah sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berada pada posisi yang kurang beruntung didalam segi Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur.
Program ini dinilai salah satu cara yang tepat untuk menampung inspirasi masyarakat yang kurang beruntung karena dalam penyaluran dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) ini berdasarkan apa yang diinginkan oleh masyarakat yang kurang beruntung untuk lebih meningkatkan kualitas hidup mereka.
PNPM dalam perkembangannya sudah banyak melalui perkembangan sehingga banyak ragam PNPM ini diantaranya PNPM-MPd (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan), PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan), PNPM- PISEW, dan lain-lainya.

Dalam pelaksanaannya program PNPM ini masyarakat didampingi tenaga konsultan pendamping atau biasa disebut fasilitator. Fasilitator inilah yang menjadi ujung tombak perjalanan PNPM ini.

Jambore Kampoeng PNPM di Bondowoso

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Sabtu, 24 November 2012 | 21.42

Pemberian Gelar Pelaku Terbaik Versi Kironggo Award
Oleh Bupati Bondowoso
I. PENDAHULUAN
Bondowoso merupakan sebuah kabupaten yang secara geografis berada ditengah persimpangan jalur provinsi yang tidak begitu menguntungkan dalam perspektif ekonomi kerakyatannya. Maysrakat bondowoso masih bergelut dengan problem kemiskinan, sehingga semua pihak perlu menyatukan tekat guna menguatkan Visi dan Misi dalam rangka membangun kabupaten bondowoso lebih baik kedepan.

Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang pada tahun 2007 dirubah menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat disingkat PNPM adalah salah satu program dimana dalam beberapa decade merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai supporting cystem untuk peningkatan taraf hidup masyarakat bondowoso.

Dalam Rangka meningkatkan pemahaman masyarakat serta penguatan integritas pelaku PNPM Mandiri Perdesaan, Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Bondowoso yang merupakan bagian integral dari PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso akan melaksanakan kegiatan Akbar, dimana seluruh kompon en pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Wilayah kabupaten Bondowoso ikut serta dalam kegiatan tersebut. Adapun kegiatan tersebut kami beri nama Jambore “Kamporng PNPM”.

Ruang Belajar Masyarakat (selanjutnya disebut RBM) adalah suatu kultur atau  perilaku belajar yang terorganisir, terstruktur dan sistematis serta terbentuk sebagai hasil pengkondisian ruang bersama yang dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat pelaku program sendiri melalui kegiatan-kegiatan belajar bersama, bertujuan untuk meningkatkan/mengembangkan kapasitas pelaku/masyarakat yang dalam hal ini disebut sebagai “pelaku” adalah Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan, Fasilitator Kabupaten-Kecamatan, Aparat pemerintahan di daerah kabupaten/kota khususnya yang  melakukan pembinaan secara langsung PNPM Mandiri Perdesaan serta Masyar akat umum/peduli PNPM Mandiri.

Penerapan metode pembangunan partisipatif dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) merupakan sebuah proses pemberdayaan masyarakat yang bersifat dinamis. Dinamika proses ditunjukkan dari adanya pengembangan wilayah partisipasi masyarakat tidak terbatas pada perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dalam kegiatan PNPM MPd, melainkan juga pengintegrasian PNPM MPd ke dalam proses-proses pembangunan reguler. Penyatuan dan penyelarasan hubungan antara perencanaan partisipatif, teknokratis dan politis menjadi “jargon” baru dalam dinamika pelaksanaan PNPM MPd.

Dinamika pemberdayaan masyarakat, termasuk juga pengintegrasian program merupakan sebuah proses belajar sosial bagi masyarakat desa. Praktek-praktek pembangunan adalah bagian dari hidup masyarakat desa dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan maupun sikap diri dalam menanggapi perubahan jaman. Oleh sebab itu, secara khusus dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan menerapkan konsep pembelajaran masyarakat yang dimuali dengan penyediaan sarana/prasarana pembelajaran di tingkat kecamatan melalui penyediaan Dana Operasional Kegiatan Pelatihan Masyarakat (DOK Pelmas).
Peningkatan jumlah DOK Pelmas ditetapkan untuk memperluas pelatihan dan manajemen pelatihan masyarakat ditata lebih sistematis melalui pengembangan Ruang Belajar Masyarakat (RBM). Informasi singkat tentang RBM perlu dijelaskan kepada peserta Workshop Sosialisasi yang merupakan representasi dari pelaku PNPM Mandiri Perdesaan se-kabupaten Bondowoso pelaksana PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2012, perihal pokok kebijakan RBM beserta dasar pemikiran yang melatarbelakangi munculnya kebijakan ini.

Langkah lebih lanjut dari pengintegrasian program adalah pengintegrasian antara perencanaan partisipatif, teknokratis dan politis dalam perumusan kebijakan publik. Kebijakan publik merupakan sebuah perencanaan politis yang mempengaruhi terciptanya keuntungan secara menyeluruh bagi semua masyarakat. Pertama-tama, kebijakan publik harus dilihat sebagai realitas sosial yang sengaja diciptakan untuk menjamin terjadinya hubungan antara manusia yang bersifat konstan dan tertib.

II. DASAR PELAKSANAAN
  1. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 414.2/2207/PMD tanggal 18 Mei 2010 perihal Panduan Teknis Integrasi Perencanaan Pembangunan.
  2. Daftar Isian Pelaksanaaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2012, Nomor: 7330/010-05.5.01/15/2012 tertanggal 09 Desember 2011.
  3. Surat Dirjen Pemberdayaan Masyarakat tanggal, 22 Pebruari 2012  nomor 414.2/1247/PMD; Petunjuk Teknis Pencairan dan Penggunaan dana Urusan Bersama PNPM Mandiri Perdesaan T.A. 2012.
  4. Penetapan Kepala Badan Nomor : 188/ 259/ 430.11.4/2011 tanggal 23 Nopember 2011 tentang, Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso.

III. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan terlaksananya kegiatan ini antara lain ;
  • Tersosialisasinya PNPM Mandiri Perdesaan ;
  • Meningkatkan hubungan antar pelaku Program di seluruh Kecamatan pelaksana PNPM Mandiri Perdesaan ;
  • Transformasi bakat dan kemampuan pelaku ;
  • Publikasi produk unggulan kelompok binaan PNPM Mandiri Perdesaan sebagai stimulan respons positif untuk menumbuh kembangkan kekaryaan kelompok SPP dan Seluruh Pelaku dalam meningkatkan kualitas Pemberdayaan ;
  • Penghargaan atas prestasi pelaku.
  • Penguatan eksistensi kelembagaan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) sebagai pengelola asset PNPM Mandiri Perdesaan untuk jangka panjang.

IV. SUSUNAN PANITIA PELAKSANA

Pembina:
Kepala Bappemas Kab. Bondowoso
PJO Kabupaten Bondowoso
Tim Fasilitator Kabupaten Bondowoso

Panitia
Ketua Panitia: Abdul Majid, S.Pd.
Sekretaris: Abdul Gafur Bakri, S.Sos.
Bendahara: Saiful Bahri, S.Pd.
 
Seksi – Seksi:
- Seksi Acara: Dhiemas Koesnandar (Co), Surapi, Taufik, S.H.
- Seksi Humas: Dony Prasetyo, S.H. (Co), Maltuf Al Hidayah, S.H., Hasan
- Seksi Pubdekdok: Ahmad Wahdi (Co), Suwarso, Samsul Arifin
- Seksi Konsumsi: Iffah Fitriyah, S.T. (Co), Haris Wandi
- Seksi Perlengkapan: Burawi (Co), Slamet Utomo, Suniyanto
- Seksi Lomba:
a) Lomba Pidato: Sholeh, S.Pd, M.Pd., Kartono
b) Lomba Cerdas Cermat : Gatot, Sudiyarto
c) Lomba Hadrah: Rukti, Totok Hariyanto, S.H.
d) Pameran Product: Quintaria, Aryadi Iriyanto

V. METODE KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode “Random Agenda” dimana sebagian besar kegiatan dilaksankan bersamaan dengan kegiatan lainnya. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini antara lain ;
1) Lomba Hadrah
Hadrah merupakan seni musik traditional islam yang masih eksis sampai saat ini, dimana sebagian besar dari masyarakat Bondowoso memeluk agama islam. Melalui seni tersebut nantinya Group Hadrah yang anggotanya dari Kelompok Simpan Pinjam Perempuan ini akan melantunkan lagu wajib yang lirik lagunya berkaitan dengan tema PNPM Mandiri Perdesaan. Adapun maksud dan tujuannya adalah sosialisasi/ memasyarakatkan PNPM MPd melalui seni hadrah.
2) Lomba Cerdas Cermat
Kegiatan ini merupakan kegiatan dimana delegasikan 3 (tiga) orang kader/pelaku terbaik PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan kabupaten bondowoso akan mengikutinya. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk mengukur sejauhmana pemahaman pelaku terhadap prinsip, dan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan.
3) Lomba Pidato
Dimana setiap kecamatan di kabupaten bodnwoso ini diwajibkan untuk mendelegasikan masing-masing 1 (satu) orang kader/pelaku terbaik PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan kabupaten bondowoso. Adapun maksud dan tujuannya adalah selain untuk mengukur sejauhmana pemahaman pelaku terhadap prinsip, dan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan disini juga mendorong kader pemberdayaan/ Pelaku agar lebih siap secara mental dalam Implementasi PNPM MPd di wilayah kerjanya masing-masing.
4) Pameran Produk
Pameran produk ini adalah pameran produk unggulan Kelompok binaan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kecamatan se-kabupaten bondowoso yang menjadi bagian dari PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso, dimana setiap kecamatan diwajibkan untuk sekurang-kurangnya mengirim 1 (satu) produk unggulan. Adapaun tujuannya adalah agar terpublikasikannya Produk Unggulan kelompok SPP dan dalam perspektif pemberdayaan kegiatan ini digarapkan mampu menjadi stimulasi untuk menggugah kelompok/ masyarakat lain agar senantiyasa memiliki jiwa kewirausahaan.
5) Sarasehan/ Seminar Sehari
Kegiatan ini dirancang untuk menjadi media interaksi antar pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, DPRD Kabupaten Bondowoso, serta Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan yang dalam hal ini adalah Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan pelaku lainnya. Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu mempertegas eksisitensi BKAD sebagai lembaga yang nantinya akan memelihara asset PNPM Mandiri Perdesaan untuk jangka panjang di kabup[aten Bondowoso.

VI. PESERTA
Adapun peserta dari kegiatan ini terdiri dari unsur-unsur pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso, antara lain sebagai berikut ;
PESERTA PESERTA KESELURUHAN
UNSUR PESERTA UTUSAN  KECAMATAN JUMLAH
Bappemas 2 1 2
PENGURUS RBM 28 1 28
FK 1 22 22
FT 1 22 22
Muspika Setempat 3 1 3
Tim Faskab 5 1 5
Group Hadrah 10 22 220
Group Cerdas Cermat 3 22 66
Lomba Pidato 1 22 22
Pameran Produck 3 22 66
Peserta Sarasehan 139 1 139
JUMLAH 592

VII .PENYELENGGARAAN
Jambore “Kampoeng PNPM” ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso. Adapun waktu pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Desember 2012 bertempat di Alun – Alun Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso.

Bentuk kegiatan yang akan diterapkan dalam pelaksanaan ini berbentuk Jambore, dimana seluruh peserta kegiatan melaksanakan aktifitas kegiatannya secara serentak dalam 1 (satu) waktu selain acara sarasehan. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan menempuh maksimal 1 (satu) hari 1 (satu) malam ditempat yang sama dengan bentuk kegiatan yang berbeda.

VIII. JADWAL KEGIATAN
Jadwal acara atau susunan acara kegiatan jambore “kampoeng PNPM” sebagai berikut ;
WAKTU KEGIATAN/ ACARA
06.00 – 08.00 Opening Ceremony (Jalan-jalan sehat)
08.00 – 20.00 Acara Inti Jambore “Kampoeng PNPM”
1. Sarasehan/ Seminar Sehari
2. Pameran Produk Unggulan
3. Lomba Cerdas Cermat
4. Lomba Pidato
5. Lomba Hadrah
20.00 – 21.00 Closing Ceremony dan Pengumuman Hasil Lomba & Pemberian Hadiah

Keterangan ;
- Setiap kegiatan diatas secara spesifikasi memiliki rangkaian agenda tersendiri.

IX. PEMBIAYAAN
Pembiayaan kegiatan Jambore “Kampoeng PNPM” Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso T.A. 2012, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Sebagaimana terlampir.
Adapun sumber dana dari kegiatan ini terdiri dari ;
1) BLM RBM T.A. 2012, dan ;
2) Bantuan lain yang halal serta tidak mengikat.

X. PENUTUP
Demikian Proposal Kegiatan Penyelenggaraan Jambore “Kampoeng PNPM” Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bondowoso T.A. 2012 ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan banyak terimakasih dan apabila terdapat kekeliruan di dalamnya maka akan ditinjau kembali untuk disempurnakan sebagaimana mestinya.


Kontributor berita:
1. Ketua RBM Kabupaten Bondowoso : Abd. Majid, S.Pd.
2. Sekretaris RBM Kabupaten Bondowoso : Abdul Gafur Bakri, S.Sos.

Produk Unggulan PNPM pada Jatim Fair 2012

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Rabu, 10 Oktober 2012 | 09.55

BAPEMAS PROVINSI JAWA TIMUR PERCAYAKAN PRODUK UNGGULAN
HASIL WARGA DAMPINGAN  PNPM MANDIRI PERDESAAN

Surabaya, 10 Oktober 2012. Jatim Fair dilaksanakan  tanggal 5 – 14 Oktober 2012 di Grand City Surabaya. Kegiatan ini bertepatan dalam rangka hari jadi ke – 67 Provinsi Jawa Timur.  Banyak hasil karya anak bangsa serta produk dalam negeri di pamerkan dalam Jatim Fair 2012 ini, tak terkecuali hasil produksi unggulan dari kelompok – kelompok dampingan PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur atas inisiasi dari Bapemas.


Hari ke – 5 pameran  kami berkesempatan untuk menyambangi stand dari BAPEMAS yang ditunggu oleh Pak Yudha, Pak Dwi, Bu Isna dan Bu Susi yang letak stand ada di lantai 3 Grand City di paling pojok. Nilai transaksi sudah mencapai Rp 3.100.000,- dari 12 item produk yang terjual – lumayanlah kata Pak Yudha karena target kami adalah mengenalkan produk unggulan hasil kelompok binaan Bapemas bekerjasama dengan PNPM Mandiri Perdesaan  kepada publik.

Sementara saat penulis menyambangi pameran ada pengunjung yang membeli mukena, namanya Bu Dinar warga Sidoarjo yang berprofesi sebagai agent salah satu produk rumah tangga  – dia mengaku bahwa membeli produk ini tertarik dengan model, warna dan coraknya yang berbeda dengan mukena lain yang dipamerkan, lumayan murah kok – tadi dibeli dengan harga Rp 80.000 

Seperti disampaikan oleh Pak Heru Suseno, STP. MT (Kasubid TTG Bapemas Provinsi Jatim) yang juga dipercaya sebagai  staf pengelola Bapemas bekerjasama dengan PNPM Mandiri Perdesaan bahwa tujuan utama dari pameran ini adalah memamerkan produk unggulan kelompok binaan PNPM seluruh kabupaten di Jawa Timur kepada publik.


Kampoeng Ramadhan Ala PNPM Mandiri

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Rabu, 03 Oktober 2012 | 08.59

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan serta guna mengembangkan kegiatan pelaksanaan program untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat kecamatan Nguling pada Khususnya pada binaan kelompok SPP yang sejak berdirinya PNPM Mandiri Perdesaan (MPd) di kecamatan Nguling pada tahun 2009 sampai sekarang di era tahun 2012 ini sudah menyerap pemanfaat Simpan Pinjam Perempuan sebanyak 1.992 orang, yang terdiri dari 166 Kelompok. Untuk merespons minat pemanfaat SPP di kecamatan Nguling, perlu adanya kiat-kiat khusus untuk semakin berpikiran dan berwawasan positif dari masyarakat Umum Pedesaan  untuk saling memiliki dan ikut andil dalam suksesnya program pemerintah guna memperbaiki taraf hidup yang lebih layak melalui program bersama PNPM MPd, baik melalui program pembangunan Sarana-prasarana fisik, kegiatan Non Sarana fisik dan pelaksaanaan simpan pinjam masyarakat perempuan yang disebut SPP.

Menyorot Dana Bantuan RTM

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Sabtu, 14 April 2012 | 07.59

Penyaluran Dana Bantuan RTM di kecamatan Plemahan, Kediri.

Realisasi penyaluran Dana Bantuan untuk kalangan Rumah Tangga Miskin yang merupakan salah satu Alokasi Surplus pasca MAD Tutup Buku pada PNPM Mandiri Perdesaan seringkali tidak sejalan deng`n prinsip-prinsip program.

Hingar bingar pelaksanaan MAD Tutup Buku dengan salah satu output adalah pembahasan dan penetapan Dana Bantuan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) banyak yang melupakan maksud dari peruntukan dana tersebut dialokasikan.
Kenyataanya, cukup banyak peserta MAD yang menghendaki pembagian Dana Bantuan RTM dengan berbagai model termasuk bentuk materi yang akan dibagikan.
Beberapa rekomendasi atau hasil MAD telah memutuskan model pembangian Dana Bantuan RTM dengan kriteria:
  • Dibagikan kepada desa-desa yang mempunyai pinjaman SPP/UEP
  • Dibagikan secara proporsional kepada desa-desa yang berkontribusi/ terhadap jasa pengembalian pinjaman SPP/UEP
  • Desa yang tidak mempunyai kontribusi Pinjaman SPP/UEP tidak mendapatkan alokasi Dana Bantuan RTM
  • Dibagikan secara merata nilainya kepada semua desa yang ada di kecamatan
  • Disalurkan dalam bentuk uang tunai yang dibagikan kepada Kepala Desa, selanjutnya terserah Kepala Desa yang meyerahkannya kepada objek sasaran.

Pemberdayaan Kampung ala Seniman Sampah

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Selasa, 06 Maret 2012 | 07.32


Di kampung itu, sampah dipilah-pilah. Tong sampah berwarna-warni. Sebuah kampung yang memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Ialah Kampung Sukunan, Kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para warganya menyadari, sejalan dengan kebutuhan manusia akan barang konsumsi yang semakin meningkat–sekaligus beragam, sampah sebagai residu dari barang produksi yang dikonsumsi manusiapun juga turut bertambah dan beragam. Dampaknya, sampah mengalami pembekakan secara frekuensi dan volume. “maka sampah perlu dikelola,” ujar anak Sekolah Dasar di kampung itu yang enggan menyebutkan ketika ditanya namanya.

CSR Bank Jatim Kediri Peduli PNPM Mandiri

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 30 Januari 2012 | 19.48

GERAKAN 1.000 JAMBAN & PERPIPAAN AIR BERSIH
KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2011

A.  Acuan Dasar
Mengamati dari pelaksaan program sarana air bersih dan sanitasi (jamban keluarga) di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 80-an dengan program nasional melalui Inpres SAMIJAGA (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) yang sampai sekarang sudah berjalan 30 tahun lebih, namun hasil dan cakupan air bersih dan sanitasi masih belum memuaskan.

PNPM & Pembangunan Demokratis

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 14 November 2011 | 16.48

Oleh Meuthia Ganie-Rochman
(Dosen Pengajar UI; mendalami Sosiologi Politik dan Organisasi)
 
Dari sedikit program pemerintah yang berjalan konsisten dan tumbuh, ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Program ini untuk menanggulangi kemiskinan.
PNPM tumbuh dari kegiatan berbasis partisipasi masyarakat yang sudah ada sejak awal reformasi dan kini berkembang ke berbagai bentuk program: pedesaan-perkotaan, sektoral (perikanan, pertanian, kredit usaha kecil), hingga pembangunan sosial ekonomi wilayah.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger