Home » » Teknis Pembuatan Miniatur Dalam Mempermudah Pelaku di Desa Untuk Memahami Bentuk Gambar Desain

Teknis Pembuatan Miniatur Dalam Mempermudah Pelaku di Desa Untuk Memahami Bentuk Gambar Desain

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 01 Agustus 2013 | 17.16

Nganjuk - Halo para pembaca yang budiman, dalam bulan Mei 2013 baru saja saya kepikir dan menemui kreasi yang unik, sederhana juga bisa bernilai mendidik secara langsung dan tentunya ekonomis, ini dia membuat miniatur gedung TK sebagai ujud dari pembelajaran secara langsung yang mudah difahami oleh siapa saja khususnya para penulis usulan desa,  KPMD dan para pelaku lainnya terutama masyarakat tentunya. Ide berasal dari Siswanto (PL GSC) yang TPK Desa Candirejo yang baru merasa sulit untuk membaca gambar Kerja. Di dukung sisa bahan untuk Pameran (BBGRM) yang masih bisa terpakai. Dari sini sis (panggilan akrab nya) mencoba untuk membuat dan bertanya cara pembuatan miniature serta pembacaan gambar Kerja.
Cara Pembuatan miniatur ini sendiri sebenarnya sederhana dengan menggunakan tebal bahan sebagai panduan skala untuk merubah gambar (tebal bahan 1 cm : tebal tembok 15 cm) di dapatlah ukuran- ukuran bidangnya. Dari ukuran yang ada dibuatlah potongan-potongan mulai Denah, Dinding, Pelat Atap, Atap dan lainlain yang kemudian disusun sehingga membentuk satu bangunan kecil yang menggambarkan bentuk akhir dari sebuah Gedung TK.
        
Setelah di jadikan satu (dengan melihat gambar 3 dimensi yang ada dan Gambar Kerja) untuk menambah kecantikan maka di gunakan cat Tembok warna sisa untuk mewarna. Sedang untuk Kusen Pintu di buatkan dari Kertas yang di print yang sudah di bentuk sesuai gambar yang ada.
    
Bentuk miniatur
Setelah Jadi miniatur tersebut bisa digunakan untuk memberikan penjelasan kepada TPK utamanya pelaku yang belum mengerti akan Bangunan. Disamping penggunan Gambar 3 Dimensi yang Sudah ada. Dan Kondisinya hamper 80 % usulan yang di danai adalah Gedung TK/PAUD dengan bentuk yang sama.
Peralatan yang digunakan sederhama saja, diantaranya : 
    Gunting,
    Lem
    Cutter
    Penggaris
    Pulpen atau pensil
    Lem Kayu atau lem lainnya yang murah meriah
    Cat sisa
Pokoe bahannya biasa saja diantaranya, spon, kardus bekas, kertas, kayu sedikit yang jumlahnya tergantung kebutuhan saja misalnya kertas yang diprint untuk menjadi kusen.
Kita bisa membuat skema dari bentuk yang kita inginkan misalnya bangunan gedung TP, PaUD atau gambar desain rumah kita sendiri, yang penting pilih gambar yang agak lengkap dengan mencantumkan ukuran yang sebenarnya contohnya skema gedung PAUD (maaf lay out tidak terlampir). Melalui lay out atau denah akan mempermudah kita membuat kreasi miniatur. Ukuran panjang dan lebar ruangan akan menjadi patokan kita menentukan besar kardus yang kita gunakan sebagai bagia atas dan samping.
Nah, demikian gambaran singkat bagaimana cara mudah menjelaskan bentuk dan ukuran suatu gedung sederhana kepada masyarakat khususnya para pelaku di desa (TPK, TPU dan KPMD) melalui gambaran visual daam bentuk miniatur. SEMOGA BERMANFAAT. Ditulis oleh  Didit Yuniarto, S.Pd (FT Loceret)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger