Home » » DEMI SETAPAK JALAN ASPAL

DEMI SETAPAK JALAN ASPAL

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Jumat, 30 Agustus 2013 | 11.25


Trenggalek - Tidak peduli mereka wanita,setiap hari harus mengucurkan keringat demi mendapatkan setapak jalan aspal. Meski panas menyengat seluruh tubuh tetap saja ditempuhnya. Itulah yang dilakukan masyarakat dusun Bendil Desa Masaran, yang setiap hari tidak mengenal lelah karena keinginannya untuk merasakan bagaimana nyamannya melintasi jalan aspal.
Beberapa waktu yang lalu masyarakat Dusun Bendil mendapatkan bantuan pengaspalan dari PNPM Mandiri Perdesaan TA. 2010. Kabar ini tentu saja membuat masyarakat sangat bangga dan terharu. Ternyata apa yang telah mereka impikan selama ini akan segera menjadi suatu kenyataan dalam hidupnya. Maka itu jalan yang akan mendapatkan bantuan dari program segera di bersihkannya. Semua tenaga dikerahkan, mulai dari anak – anak, ibu – ibu dan tidak ketinggalan tentunya yang bapak – bapak. Mereka tampak semangat dan antusias dalam bekerja, dalam hatinya tersimpan angan yang besar. Yaitu jalan aspal yang sebentar lagi akan terlihat indah mengitari kampungnya. Selang beberapa waktu setelah pembersihan jalan, program pengapalan dimulai. Dengan segenap kemampuan dan semangat juang yang tertanam dalam hati,  mereka siap berjuang sampai terselesaikannya program di kampungnya.
Dua orang warga bernama Tukimah dan Siti Fatimah, merupakan beberapa contoh pejuang tangguh wanita dari masyarakat Bendil yang tidak mengenal lelah. Dengan fisik wanitanya mereka ikut berjuang demi segera terselesaikannya jalan aspal tercinta. Jalanan yang menanjak tidak menjadi masalah baginya. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan laki – laki juga mereka kerjakan. Tidak ada pekerjaan yang terasa berat dalam hidupnya, karena mereka menjalaninya dengan rasa senang dan semangat membara. Yang terpenting adalah jalan aspal yang nyaman bisa dimiliki. Itulah semangat yang selalu tertanam dalam hati masyarakat Bendil. Tidak hanya dua orang wanita itu saja yang perjuangannya begitu besar, namun masyarakat yang lainpun juga memiliki semangat yang sama. Mereka rela mengorbankan pekerjaan rumah hanya untuk pengaspalan.
Pernah pula suatu ketika mesin penumbuk jalan tidak bisa berjalan, itu dikarenakan jalanan yang dilintasi menanjak cukup tinggi. Sehingga mesin tumbuk tersebut tidak mampu berjalan. Akhirnya bapak Sunyono selaku Kepala Dusun yang kebetulan juga hadir disana, mengintruksikan kepada warganya untuk mengambil tali guna menarik alat berat itu. Bergegaslah seorang warga mendengar perintah dari Kepala Dusun. Dengan kekompakan yang terjalin dalam diri mereka maka mesin tumbuk itu ditariknya. Selama lebih dari satu jam bapak Kasun dan warganya menarik mesin tumbuk sambil bercanda. Teriakan “ 1, 2 ,3 “ bergemuruh mengantarkan alat berat tersebut sampai pada puncak tanjakan. “ Hufh “, sejenak menghela nafas karena baru saja melalui rintangan yang cukup berat. Lega dalam hatinya, karena satu permasalahan telah terselesaikan. Alat berat itu kini kembali bisa bekerja seperti biasanya.
Namun ternyata permasalahan tidak hanya cukup menarik sebuah alat berat saja.Masalah berat kembali muncul, 300 meter dari titik awal pengerjaan jalan ambles sepanjang 10 meter. Namun seperti tidak ada rasa putus asa masyarakat Bendil harus kebali menyelesaikan masalah tersebut. Dengan berbekal semangat pagi yang cerah dan sarapan ketela kukus hangat, mereka segera membenahi jalanan rusak itu.Ditengah – tengah menjalani pekrjaannya,sesekali mereka bercanda untuk menghilangkan rasa capeknya. Berhari – hari mereka bekerja keras menyalesaikan perbaikan jalan, hingga akhirnya kini berkat keikhlasan dan jiwa yang penuh semangat, maka jalan ambles bisa diperbaiki dengan sempurna. Dan pengaspalan kembali berjalan seperti sedia kala hingga tuntas sampai titik akhir.
Pembangunan Jalan Aspal dengan Volume 2,5 x 852 M yang menghabiskan dana Rp. 116.650.000,- yang   terdiri   dari bantuan    BLM PNPM MPd TA. 2010   sebesar    Rp.109.870.000,-  yang   ditambah   dengan   swadaya   masyarakat S  ebesar Rp. 6.790.000,- itu akhirnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Munjungan khususnya di Dusun Bendil Desa Masaran. Jalanan yang dulunya tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat bahkan untuk berjalan kaki saja terasa susah, ternyata kini mampu menjadi sebuah jalan aspal yang mulus dan nyaman untuk dilalui oleh siapapun. PNPM sungguh sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Oleh Wawan Nugroho – KPMD Desa Masaran Kec. Munjungan Kab. Trenggalek.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger