Home » » Jenang Siwalan, Sebuah Terobosan Baru Makanan Lokal Dari Tuban

Jenang Siwalan, Sebuah Terobosan Baru Makanan Lokal Dari Tuban

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Sabtu, 15 Juni 2013 | 09.38

Tuban - Desa Tegalbang Kecamatan Palang Kabupaten Tuban adalah salah satu desa tertinggal. Masyarakat desa Tegalbang yang mayoritas petani, dengan kondisi lahan pertanian yang hanya mengandalkan datangnya hujan untuk pengairan, menyebabkan penduduk desa tersebut sangat sulit untuk mampu berkembang meningkatkan taraf perekonomiannya.
Penulis, sebagai pendamping program pengentasan kemiskinan pada PNPM Mandiri Perdesaan, tergerak hati saya untuk mencari alternatif solusi dalam memecahkan persoalan kemiskinan di wilayah desa Tegalbang.  Pada program PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013, UPK PNPM MP Kecamatan Palang tidak diperkenankan menyerap dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) karena Idle Capital >15 % dan Kolektibilitas > 10 %, dan sesuai ketentuan yang berlaku, alokasi dana untuk SPP dialihkan untuk membiayai kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Perempuan.
 
 Pucuk dipinta, ulam pun tiba. Pada saat dilaksanakan Musyawarah Khusus Perempuan – Khusus untuk menentukan usulan desa dalam Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Perempuan, peserta musyawarah sepakat untuk mengusulkan kegiatan pelatihan pembuatan makanan ringan berbahan dasar siwalan. Bahan dasar yang sangat melimpah didapatkan dari lokal desa.  Siwalan merupakan buah khas Tuban, selama ini Siwalan hanya dijual dalam bentuk buah, maupun dalam bentuk minuman legen. Dengan rasanya yang khas dan hampir tidak dapat dijumpai di daerah lain, buah siwalan maupun minuman legen sangat diminati oleh warga lokal Tuban maupun warga luar Tuban yang singgah. Dengan pengolahan lanjutan agar dapat dijadikan makanan ringan, tentunya akan lebih memberikan manfaat ekonomi maksimal buat masyarakat desa Tegalbang.
Jenang siwalan. Ya, jenang siwalan! sesuatu makanan yang baru : namanya aja baru dengar,makanan yang berbahan dasar dari buah lokal khas Tuban yang tentunya akan sangat menarik minat orang untuk membeli. Dan Alhamdulillah ............. sukses!!!
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas perempuan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Makanan Ringan – Olahan Siwalan”, ibu-ibu dari desa Tegalbang yang diambilkan dari anggota beberapa kelompok SPP telah sukses membuat jenang berbahan dasar siwalan.

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 29 – 30 Mei 2013 dengan instruktur pelatihan bernama Ibu Sri Wahyuni, seorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sukses menjual produknya hingga ke mancanegara. Dalam 2 hari pelatihan tersebut nampak sekali antusiasme dari ibu-ibu peserta pelatihan.  Ibu Darmi yang merupakan anggota kelompok SPP PKK Tegalbang pun menyampakan rasa senangnya. “Ono pelatihan koyo ngene kok gak kawit biyen-biyen yo pak (ada pelatihan semacam ini kok gak dari dulu-dulu ya pak)?”, ujar bu Darmi saat penulis menanyakan tentang perasaan peserta mengikuti pelatihan. Dan memang nampak sekali semangat dari peserta pelatihan untuk dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh instruktur.
Bahkan muncul celetukan dari salah satu peserta di hari ke dua pelatihan yang merupakan hari terakhir, “bu Yuni,  pelatihannya nambah satu hari lagi ya bu?”, guraunya sambil terkekeh.  Yang nampak dari semangat para peserta pelatihan adalah semangat untuk merubah keadaan. semangat untuk membekali diri dengan ketrampulan. Semangat untuk bangkit dari kemiskinan. Dan selepas dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak jelas raut muka optimis dari wajah penuh senyum mereka. Senyum menuju perubahan. Ditulis oleh FK  Henri Winarno, SE
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger