Home » » Bangunanku ..........Investasiku.

Bangunanku ..........Investasiku.

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 06 Mei 2013 | 22.15

MDPJ II Desa Bruno T A 2012
.........Jenius adalah 1 % Inspirasi dan 99 % Keringat
..................Tidak Ada yang Dapat Menggantikan Kerja Keras
............Kerja Keras secara Cerdas adalah Implementasi dari sebuah Eksistensi
............Oleh Karenanya, Keberuntungan adalah Sesuatu Yang layak diterima
.............Ketika  Kesempatan Bertemu dengan Kesiapan

Forum Musyawarah Desa (MD) banyak yang hadir

Visi Indonesia Sehat mengenai “ Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan” telah jelas tertuang dalam UU RI No 36 Thn 2009, hal ini tentu selaras dengan strategi Promosi Kesehatan PNPM MPd. Strategi tersebut bertujuan agar dalam perspektif masyarakat ada target dasar berupa kemauan dan kemampuan untuk menggali masalah dengan memaksimalkan potensi kesehatan yang dimiliki serta mampu meningkatkan kesejahteraan mereka secara mandiri dengan prinsip partisipatif. Perubahan mendasar yang diinginkan program adalah PNPM MPd baik secara langsung atau tidak mengajak perubahan pola pikir masyarakat dengan metode massif tentang pentingnya pengawalan kegiatan prioritas terutama di bidang Kesehatan.  Bidang Kesehatan menjadi sangat penting untuk dikawal dengan melihat fakta yang memilukan bahwa Peringkat Kesehatan Indonesia di Dunia antara lain:  Peringkat ke 3 Penderita Hepatitis B di dunia, Peringkat ke 3 Pengidap Kusta terbesar, Peringkat ke 4 Diabetes Melitus, Peringkat ke 4 TBC dan Peringkat ke 8 Kebal obat di dunia Negara serta Peringkat kedua tentang Sanitasi terburuk di Dunia (sumber:google).  Ironi tentang ketidakberhasilan ini berbanding terbalik dengan sosialisasi kesehatan yang sudah dilaksanakan Pemerintah, dimana Derajat Kesehatan dikategorikan kedalam dua paradigma (Paradigma Sakit dan Paradigma Sehat).  Paradigma Sakit menekankan pada Jargon “Sakit  jadi  Sehat” dengan menerapkan Pelayanan Kuratif (Pengobatan) dan Pelayanan Rehabilitatif (Pemulihan), sedangkan  Paradigma Sehat Menekankan pada Kegiatan Promotif  dan Kegiatan Preventif, Jargonnya: “Pola hidup bersih dan sehat adalah gaya hidup”

Berbincang masalah isu lokal daerah dampingan, maka bisa dikatakan ciri-ciri budaya pedesaan yang identik dengan gotong royong dan keramahan penduduk dengan kultur Jawa masih terasa lekat di Burno.  Burno adalah nama dari sebuah Desa di Kecamatan Senduro.  Sekilas, memang tidak ada yang nampak istimewa dibandingkan Desa lainnya, bahkan Tingkat Kolektibilitas 5 (lima) untuk kegiatan keuangan (SPP & UEP) PNPM MPd masih tinggi.  Hanya saja, raport merah Burno Tahun ini sedikit terobati ketika berhasil mendapatkan nominasi pertama untuk mewakili Jawa Timur pada kategori Desa Terbaik Perencanaan Pembangunan Desa (PPD).  Menjadi nominasi terbaik tentu bukan suatu kebetulan semata. Butuh perjuangan dan kekompakan tim, dari pengamatan penulis, tim di Desa Burno punya kesolidan dan mampu berfikir serta bekerja diatas normal. Hal ini dapat dilihat dari salah satu usulan kegiatan pembangunan sarana pipanisasi air bersih untuk didanai oleh BLM PNPM MPd TA 2012.  Usulan kegiatan bidang Kesehatan dengan volume 3.405 M² ini menyerap dana BLM sebesar Rp 250.522.600,- dengan Swadaya senilai Rp 7.245.000,- dan menjadi prioritas kebutuhan masyarakat dengan Mata Air “Ireng-Ireng”sebagai sumbernya.
Pembangunan sarana Pipanisasi air bersih ini awalnya bukan tanpa hambatan. Bahkan, ada tenaga kerja yang pantas disebut sebagai “pahlawan” harus kehilangan nyawa ketika membangun sarana pipanisasi air bersih. Force Majeur ini sebenarnya bukan hal yang diinginkan walaupun medan dan keadaan geografis yang sulit dengan droping material ke lokasi hanya mampu dilakukan oleh kendaraan khusus. Di sisi lain, sebenarnya ritual desa yang menjadi bagian dari kearifan budaya lokal telah dilaksanakan sebelum memulai pembangunan.   Namun karena perspektif hambatan ini bukan menjadi beban melainkan dipandang sebagai suatu tantangan, maka pembangunan pipanisasi terus berlanjut. Apalagi semua prosedur partisipatif di Desa telah dilalui. Baik penggalian gagasan yang terekap pada RKP tahun sebelumnya, MKP MDP, MD Info, lelang bahan, pengajuan RPD, droping material, pengawasan KT dan TPK pada pemasangan jaringan pipanisasi, MDPJ sampai tahapan MDST
 
Faskab Lumajang sedang melakukan pendampingan
Hasil MDST yang perlu mendapat acungan jempol adalah masyarakat menyepakati kerjasama pengelolaan pada Hippam dan adanya kesepakatan untuk Dana Pemeliharaan yakni melalui rekening air antara lain: Biaya Pemasangan alat Rp. 300.000 (untuk Rumah Tangga), Rp. 600.000 (untuk Industri) dan Gratis untuk RTSM.  Sedangkan untuk biaya bulanan adalah:
a.Biaya untuk Rumah Tangga  Rp. 10.000/bln
b.Biaya untuk Industri Kecil Rp. 20.000/ bln
c.Biaya untuk RTSM Rp.0/ bln (gratis)
(umumnya RTSM ini adalah janda miskin yang diistilahkan sebagai rondo nyalur oleh pengelola)
Aturan sederhana pun disepakati jika pembayaran yang dilakukan di kantor sekretariat Hippam “Sumber Panguripan” Burno, dilakukan tiap tanggal 1 sampai tanggal 15 dan jam 16.00 wib – 20.30 WIB
Adapun sanksinya adalah pemberlakuan denda sebesar Rp. 2.000 jika terlambat melakukan pembayaran bahkan sanksi tegas berupa pemutusan sementara diberlakukan jika terjadi tunggakan 3 (tiga) bulan berturut-turut
 
Dari Wawancara santai yang dilakukan pada pengguna Hippam, dapat diketahui selama 2 (dua) bulan penggunaan, tidak ada keluhan yang berarti.Kepuasan konsumen yang beralih dari pengguna PDAM ke HIPPAM ini dipengaruhi juga oleh pelayanan pegawai yang berasal dari pemuda lokal (anggota KarTar Desa Burno) dan ketersediaan air bersih yang lebih besar alirannya dan lebih jernih warnanya. Sehingga mereka merasa kesehatan lebih terjaga.  Tegas dari awal menjadi salah satu prinsip penopang keberhasilan kegiatan dan pemeliharaan sarpras karena di Desa Burno tidak ada perangkat Desa yang merangkap menjadi KPMD dan TPK. Kaderisasi yang dimotori oleh Ketua TPK, sedikit banyak juga mempengaruhi kesadaran masing-masing anggota tim untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal.  Terakhir, tulisan ini mungkin hanya oase sederhana yang termotivasi oleh penyataan Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ?? Salam Kompak !!! ?? ditulis & disampaikan oleh Fatih Aisyah, S.Sos (Fasilitator Kecamatan Bidang Pemberdayaan PNPM MPd Kecamatan Senduro)   
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger