Home » » PIPANISASI SEPANJANG 6.750 METER – BERKAT KERJA KERAS ANTARA WARGA DESA BRANGGAH KECAMATAN LUMBANG PROBOLINGGO DENGAN PNPM MPd MAJU BERSAMA MEMBANGUN PENGOLAHAN AIR BERSIH

PIPANISASI SEPANJANG 6.750 METER – BERKAT KERJA KERAS ANTARA WARGA DESA BRANGGAH KECAMATAN LUMBANG PROBOLINGGO DENGAN PNPM MPd MAJU BERSAMA MEMBANGUN PENGOLAHAN AIR BERSIH

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Kamis, 07 Maret 2013 | 20.35


Lokasi pengambilan sumber air
Probolinggo - Desa Branggah, merupakan salah satu desa di Kecamatan Lumbang  Kabupaten Probolinggo   yang terdiri dari 6 dusun. Sebelah Utara  berbatasan dengan Desa Negororejo, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa  Sapih  dan   Negororejo,  sebelah  Barat   berbatasan  dengan Desa  Lambang  Kuning; Sedangkan Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Negororejo.  Desa  Branggah merupakan desa  dengan tingkat  RTM  yang  sangat tinggi, sudah  berpuluh  tahun masyarakat desa Branggah kekurangan akan  kebutuhan air bersih. Hal itu sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat desa Branggah. Secara geografis, Desa Branggah dapat dibagi menjadi enam wilayah yang  sangat berbeda. Wilayah utara,  yang terdiri dari; Dusun Bedali, Karanglo, Dungmamuk dan  Krajan, Kucur I dan  Kucur I; Sejak dulu masyarakat Branggah khususnya dusun Kucur I dan  II mengambil air bersih pada sumber mata air bersih pada sumber mata  air dengan menempuh jarak 2-3 km, itupun kalau mata  air masih ada.
Kondisi saat ini air yang didapat, dari sungai yang  keruh  dan  jika musim penghujan, air akan  berubah warna   menjadi  coklat  karena  dipenuhi  kandungan  lumpur.  Untuk  menjadi  jernih,  sementara  ini masyarakat menggunakan cara  dengan membuat galian kecil di pinggir  sungai sebagai resapan agar air bisa lebih jernih. Cara  tersebut tidak mampu  membuat air sungai menjadi jernih, karena resapan sederhana ini masih bisa diterobos oleh partikel-partikel lumpur yang  sangat kecil, sehingga warna coklatnya agak  memudar, namun  masih tetap  dominan dengan warna  coklat. Air resapan itulah yang biasa mereka ambil dan  dibawa pulang untuk keperluan minum dan  memasak.  Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan air bagi ternaknya,  setiap hari masyarakat desa Branggah menggiring sapinya menyusuri tebing menuju ke sungai. Karena sulitnya untuk mendapatkan air bersih di daerah tersebut, hal ini menyebabkan kesehatan masyarakat minim dan  mempengaruhi pola hidup masyarakat sehari-hari.  Kondisi  yang   demikian  ini  juga  menjadi  faktor  utama  masyarakat  menjadi  miskin  karena kesehatannya rendah.

Dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan Lumbang,  berawal dari MAD sosialisasi dan Musyawarah Desa (MD) Sosialisasi,  kemudian  dilanjutkan  dengan Penggalian  Gagasan yang  mana masyarakat menginginkan “Air bersih”.  Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya usulan pun ditetapkan di MD Perencanaan, yang  untuk selanjutnya dinilai kelayakannya oleh Tim Verifikasi. Pada saat  proses verifikasi,  Tim  Verifikasi,  Pengurus TPK,  Fasilitator  Teknik,   Pendamping  Lokal, PjOK  dan  Fastek Kab   dan  wakil  kelompok  pengusul  telah  menempuh perjalanan  sepanjang  3 KM dari lokasi Kecamatan Sukapura menuju lokasi pengambilan sumber air seperti pada gambar diatas, sedangkan dari  sumber air  menuju  pemukiman  sepanjang  6.750  meter  dengan berjalan  kaki,  karena medan yang berat,  naik turun gunung dan menyisir tebing.  Setelah sampai ke sasaran sumber air, ternyata dengan debit yang  sangat besar diharapkan benar-benar dapat mengoptimalkan pemakaian kepada masyarakat.

INOVASI TEKNOLOGI
Kondisi air pada hidran warga

Mengingat  pengadaan  air  bersih  merupakan  kebutuhan  yang   mendesak,  maka   FT  memberikan alternatif  untuk  mengelola  kondisi  air  yang  ada,   yaitu  melakukan  pengambilan  lansung  dari  tebing paras     untuk  dikumpulkan dengan tujuantidak mengurangi    kualitas    dan     kuantitas yang dikeluarkan/output dari sumber mata  air, adapun sumber air pada saat itu diambil pada saat musim kemarau sehingga inovasi yang  diterapkan pada saat suplai kepada penduduk  tidak akan  terkurangi mengingat  debit  yang  diambil  berdasarkan informasi  FT  Lumbang  adalah  aliran  dasar atau  biasa disebut air saat musim kemarau yang selalu ada.
Warga Branggah menikmati air pipanisasi

Dari  hasil  survey  ini  diketahui  beda  tinggi  antara  tempat  pengambilan  air  dan   lokasi  daeraha penyauran sangatah tinggi, sehingga dapat dilakukan pipanisasi dengan sistem gravitasi.  Usulan pun dibawa ke MAD Prioritas. Setelah melalui proses Diskusi Kelompok dan Pleno.






Tahap Pelaksanaan

Pada MAD Penetapan Usulan, usulan pengadaan air besih dari Desa Branggah dinyatakan terdanai, dengan  alokasi  Rp   203.246.200,-.   Masuk  pada  tahap  pelaksanaan,  pekerjaan  dimulai  secara bersamaan  dengan  memasang  kopatau penangkap  air  di  bagian  hulu/tebing  Trembes  Sukapura diikuti dengan pembuatan tandon-tandon di bagian hilir, karena target  waktu,  sehingga pemasangan perpipaan dilakukan belakangan.  Untuk   pemasangan  kop   di   daerah  tebing   bukanlah   hal   yang   mudah,    masyarakat  umumnya memasang tariff  100 ribu  rupiah  untuk  tenaga ahi,  dikarenakan  apabila  pekerja  jatuh  kemungkinan besar  mati, terlebih lagi jika tidak bisa berenang.

Setelah tandon selesai dikerjakan, Jarak antara lokasi pengambilan air dan  lokasi tandon kurang  lebih 6000  m  dengan jalur  pipa  (melewati  tebing  dan  gunung).  Terdapat beberapa  pipa  yang  melewati tebing harus memanfaatkan seling sebagai penjaga sisi kanan dan  kiri pipa, mengingat lokasi sangat rawan  dari gangguan hewan seperti monyet  ataupun  burung yang dapat merusak pipa nantinya.  Disisi lain dalam hal swadaya masyarakat berupa tenaga kerja mencapai 300 HOK. Di Tambah lagi swadaya dari pemerintahan desa berupa pipa sepanjang 2000 m,sekarang warga  Dusun Kucur I & II dengan jumlah laki-laki 216 dan  perempuan 216 jiwa dengan keluarga kurang  mampu  sebanyak 200 KK dapat menikmati keberadaan air tersebut tanpa  harus menenpuh jarak yang jauh lagi. Meskipun  pekerjaan  selesai dilaksanakan  sesuai  dengan perencanaan. Dalam  Musyawarah Desa Pertanggungjawaban  II   disepakati  untuk   pengembangan,  penambahan  pipa  dan   hidran  umum, sehingga realisasi panjang pipa menjadi 6950 m.

Hasil Pelaksanaan

Sekarang warga  Dusun Kucur I & II dengan jumlah laki-laki 216 dan perempuan 216 jiwa dengan keluarga kurang  mampu  sebanyak 200 KK dapat menikmati keberadaan air tersebut tanpa  harus menenpuh jarak yang jauh lagi  tanpa menyusuri tebing untuk mendapatkan sepikul air seperti tahun sebelumnya.
Lokasi penyaluran pipanisasi 6.750 Meter - Desa Branggah
“PNPM-Mandiri  Perdesaan tidak  hanya mewujudkan  impian kami, masyarakat Branggah, tetapi  juga menciptakan teknologi tepat  guna  dan  juga  memberikan pelajaran  kepada kami  tentang banyak hal,  dari pembuatan administrasi TPK, tehnik pelaksanaan hingga pemeliharaan”

Ketua TPK disamping Tandon Utama
















Output kontrol pengambilan
Dampak Dari Hasil Pembangunan

Dampak   yang  timbul  pada saat  ini  masyarkat mulai  membenahi  sanitasi  disekitar  lingkungannya sendiri-sendiri  akibat  pembuangan  air.  Kemudian  rencana desa  untuk  membuat  aturan  (perdes) dalam pengelolaan air bersih tersebut, sehingga dapat menambah tenaga kerja baru  dari masyarakat yang  membantu dalam proses pelaksanaannya. Seperti adanya tenaga sebagai penarik iuran, tenaga pembersih tandon dan tenaga untuk perbaikan tendon
 
Pelestarian
Hasil input air dari sumber dgn jarak 6 KM

Pemeliharaan  dan   pelestarian  bagi  masyarakat  desa  Branggah dilakukan  dengan  iuran  guna mengumpulkan dana bagi pemeliharaan Sarana Air Bersih yang sudah dibangun. Berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya, tidak pernah ada  permintaan untuk memelihara sarana yang telah dibangun. menyikapi kondisi tersebut, Fasilitator Tehnik memberikan penjelasan tentang pentingnya pemeliharaan terhadap sarana yang sudah dibangun dengan  cara  mengajak masyarakat menghitung secara  bersama –  sama  kemungkinan  kerusakan  yang   akan   timbul  serta akibat  dari  kerusakan tersebut.  Masyarakat pun  akhirnya  memahami  akan   pentingnya  pemeliharaan  dan  bersedia  serta bersepakat  untuk iuran sebesar Rp 2.000,-/KK per bulan.  Pengelolaan  Pemeliharaan  diserahkan  pada Tim  Pelaksana  Pemeliharaan  Prasarana (TP3)  yang sudah dibentuk  melalui  musyawarah desa. Seluruh  dana iuran  yang  masuk pada TP3  dicatat  pada Buku  Kas Harian  TP3  yang  kemudian  dimasukkan  pada Rekening  Bank  Pemeliharaan  Air  Bersih. Untuk   menjamin   transparansi   dan    akuntabilitas   penggunaan  dana   ,   Setiap   bulan   diadakan musyawarah untuk membahas permasalahan dan pelaporan pengelolaan dana pemeliharaan. Sekarang masyarakat desa  Branggah bisa  menikmati  air  bersih  yang  sejak  lama  menjadi  impian bersama.  Hidup PNPM-MP.......Sejahtera lah DESAKU !!!
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger