Home » » Belajar Dari Proses Pelaksanaan MUSRENBANG Di Kecamatan Dander Bojonegoro, ADD Alokasikan Anggaran Untuk Pelaku PNPM MPd Desa

Belajar Dari Proses Pelaksanaan MUSRENBANG Di Kecamatan Dander Bojonegoro, ADD Alokasikan Anggaran Untuk Pelaku PNPM MPd Desa

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Senin, 22 Juli 2013 | 14.07


               Proses Musrenbangcam di Kecamatan Dander        
“Musrenbangcam yang dibarengkan dengan MAD prioritas menjadi tambah hidup dan berwarna, PNPM MPd pelopor bangkitkan kesadaran masyarakat ikut berpartisipasi dalam Perencanaan Pembangunan Desa”
 
Bojonegoro - Tanggal 13 – 14 Februari 2013 menjadi moment yang dinantikan oleh sekurang-kurangnya 96 orang utusan dari desa yang tersebar di 16 desa di kecamatan dander.  Secara umum Kabupaten Bojonegoro dari tahun ke tahun makin bergeliat hidup dan berbinar mulai dari perekonomian dan sumberdaya manusianya, pembangunan dalam segi infrastruktur dan sumberdaya manusia mengindikasikan adanya peningkatan, hal ini dibuktikan dengan mekanisme dalam menentukan usulan – usulan pembangunan kedepan sudah mulai bisa dipertanggung jawabkan,  artinya usulan  – usulan yang disampaikan memang benar-benar dari bawah ke atas.  
Di Kabupaten Bojonegoro, Februari 2013 adalah musimnya perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan,  hal ini di dasari RKTL dari FASKAB & BPMPd  Bojonegoro yang disampaikan pada rakor FK/FT bulan Januari lalu. Dari musrenbangcam yang dilaksanakan pada tanggal 13 Februari di Kecamatan Dander menunjukkan adanya partisipasi yang besar dari masyarakat, mereka para peserta musyawarah yang didaulat dari desa untuk mengawal usulan desa benar-benar mengikuti acara demi acara dengan seksama, secara umum masyarakat Kecamatan Dander sudah bisa melaksanakan pembangunan dengan mandiri artinya mulai perencanaan pelaksaan sampai pelestarian sudah bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri hanya saja masalah pendanaan mereka masih belum bisa menganggarkan sendiri seluruhnya masih menggantunggkan dari pemerintah ditingkat atasnya.
 
Di sela-sela kesibukannya PJOKab Bpk Hary Susanto menyempatkan mampir untuk memperhatikan jalannya musrenbangcam di Dander,  secara umum pelaksanaan musrenbangcam di Dander sudah bagus dan patut di contoh untuk kecamatan-kecamatan yang lain yang masih jauh dari prosedur musren yang telah di tentukan,  dalam sambutannya PJOKab menuturkan “saya di kabupaten sudah menegaskan bahwa untuk kecamatan Dander bisa dijadikan percontohan”,  di kecamatan lain masih ada yang belum bisa melaksanakan musrenbangcam yang sesuai aturan, makanya melalui FK kemarin saya menitipkan camcorder supaya setiap kegiatan didokumentasikan”  imbuh PJOKab.
Sementara dalam sambutan ketua panita musrenbangcam yang juga Sekcam Dander Dandy Suprayitno mengatakan “saya memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi semua yang hadir disini yang secara langsung mendukung atas suksesnya acara musren pada kali ini dan secara tidak langsung membantu suksesnya pembangunan di kabupaten Bojonegoro, dan saya menegaskan kepada kepala desa khusunya mulai tahun 2013 ini untuk pelaku PNPM MPd tingkat desa yaitu KPMD/TPK supaya dianggarkan transportnya dari ADD dan bagi desa yang proposalnya ADD tidak mencantumkan rencana transport untuk KPMD akan saya tolak dan saya kembalikan untuk dibenahi”.
Sebenarnya kegiatan musrenbangcam di Dander semenjak PNPM MPd masuk di kecamatan ini memang beda dari tahun-tahun sebelumnya karena mekanisme yang dipakai PNPM MPd adalah pembangunan dari bawah ke atas, hal ini di perkuat dengan adanya 6 wakil desa untuk mempertahankan usulannya membuktikan transparansi, sepertinya mekanisme PNPM MPd ini menular untuk program yang lain seperti PIK, dimana kalau dahulu peserta hanya mendengarkan hasil rekap dari desa mereka tidak ikut menilai dan merangkingnya maka tahun ini benar-benar penilaian dari masyarakat desa.
Dari beberapa tahapan dimusrenbancam ada satu tahapan yang sangat menarik yakni pada waktu diskusi kelompok, dalam diskusi kelompok sendiri terbagi menjadi 5 kelompok diantaranya 1;lebih bermanfaat untuk RTM, 2;berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, 3; dapat dikerjakan masyarakat, 4;tingkat keberhasilan dan berkembang , 5; didukung oleh sumberdaya & swadaya, dari 5 kelompok diskusi mereka saling mempresentasikan usulan desa sesuai kategori yang ada, tak sedikit dari season ini ada teriakan, kata-kata ejekan dan umpatan diantara mereka mewarnai jalannya diskusi kelompok ini terlebih untuk kelompok wakil perempuan ramainya seperti pasar pindahan, hehe..... mereka dengan caranya masing-masing mengerahkan semua kekuatan demi usulan desanya dapat nilai yang tinggi. Untuk usulan-usulan yang di masukkan ke PIK terbagi menjadi 4 kelompok diskusi,  diantaranya; 1) bidang sarana-prasarana,  2) bidang pertanian,  3)  bidang pendidikan dan 4) bidang kesehatan.   Hidup nya diskusi kelompok ini juga mendapat apresiasi yang tinggi dari Asisten Faskab Mukarman yang kebetulan ditugaskan untuk mengamati jalannya musrenbangcam di Dander kali ini.  
      Partisipasi perempuan dalam proses musrenbangcam    
Pada waktu diskusi kelompok ada juga peserta yang tampak sangat kecewa dengan jalannya diskusi kelompok memutuskan untuk walk out, dan menyampaikan kekecawaannya kepada panitai/pendamping dikatakan “menilai penilaian yang diberikan kelompok saya kurang obyektif”,  komentar Tamyiz wakil masyarakat dari desa Ngablak,  komentar berbeda disampaikan pendamping  “dari kelima kelompok diskusi sudah di ruangkan penilaian menurut kategori masing-masing jadi kepada utusan desa gak usah menilai dari segi /kategori yang lain,  misal untuk kelompok 3 yaitu penilaian terhadap -bisa berkembang dan berkelanjutan- maka utusan desa hanya bisa mempresentasikan segala kemungkinan usulan bisa berkembang, selanjutnya  kesepatakan yang sudah dibuat kelompok masing-masing untuk memberikan nilai ya harus dipatuhi dan diterima.   Meskipun demikian disampaikan “Dander bisa dijadikan percontohan” PJOKab melihat di daftar usulan untuk yang di danai PIK, beliau menyayangkan kenapa “usulan –usulan yang nilainya kecil  yang seharusnya bisa didanai dari ADD atau desa bisa mengalokasikan dari APBDes masih saja diusung ke PIK”  kedepan untuk usulan-usulan yang sekiranya bisa di danai dari APBDes tidak usah di usung ke PIK cukup usulan – usulan yang besar saja yang sekiranya tidak bisa dilakukan sendiri.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger