Home » » BLM 150 Juta Memancing Swadaya 430 Juta Di Andonosari Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan

BLM 150 Juta Memancing Swadaya 430 Juta Di Andonosari Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan

Dipublikasikan Oleh PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Timur pada Minggu, 12 Mei 2013 | 09.59

Gedung TK semula 1 lantai menjadi 2 lantai karena Swadaya
Pasuruan - Pembangunan negeri ini bukan merupakan tanggung jawab pemerintah saja, pembangunan adalah hak dan sekaligus kewajiban semua warga negara. Ketika  kita memaknai bahwa pembangunan dalam domain pemerintah saja, maka kita akan terjebak menjadi pengemis di negeri sendiri. Anggapan itu akan semakin menjadikan kita selalu tergantung pada APBN, padahal besarnya anggaran tidak menjamin suksesnya proses pembangunan jika tidak diiringi semangat berinovasi dan berimprovisasi guna lebih mendayagunakan anggaran yang ada.  PNPM MPd sebagai sebuah program pemberdayaan menjembatani semangat pembangunan dengan peran serta aktif dari segenap subyek dan obyek pembangunan, utamanya adalah rakyat sebagai pemilik negeri ini. Proses pembangunan dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat  akan peran dan tanggung jawabnya supaya bisa merasa ikut memiliki apa yang dibangun. Anggaran memang sering menjadi kendala ketika seluruh negeri kita yang sangat luas ini semuanya menggantungkan kepada anggaran pemerintah dari APBN, belum lagi dengan masih tingginya tingkat korupsi sehingga dana yang ada tidak sepenuhnya sampai pada sasaran yang diinginkan.
 
Ada apa dengan Andonosari?
 
Andonosari adalah sebuah desa di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan, terletak di lereng gunung Bromo berbatasan dengan Kecamatan Puspo. Tanahnya yang subur sehingga menjadikan desa ini sebagai salah satu desa penghasil apel terbesar di kecamatan Tutur.  Pada tahun 2012 desa Andonosari mendapatkan alokasi dana BLM senilai Rp. 157.283.500,- (termasuk BOP TPK 3% dan BOP UPK 2%) dengan rencana swadaya awal senilai Rp. 15.000.000,-Sarana Prasarana yang diusulkan akan dibangun yaitu gedung TK dengan rencana awal dibangun 1 lantai.  Proses pembangunan dimulai sejak tanggal 6 Juli 2012 dan terselesaikan pada awal Januari 2013 yang mana Musdes Serah Terima (MDST) dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2013.  Seperti halnya desa – desa lain, pada awalnya pembangunan banyak mengalami kendala karena terbatasnya anggaran akan tetapi berkat koordinasi yang baik antara TPK, pemerintah desa dan tokoh – tokoh masyarakat sekitar permasalahan tersebut bisa diselesaikan. 

Pondasi Pembangunan Gedung TK Andosari

Caranya? TPK menyadari bahwa ketika ada rencana membangun sebuah Gedung TK misalnya yang semua dananya murni dari swadaya, seringkali terkendala sulitnya menggalang swadaya. Masyarakat cenderung tergugah ketika bangunan sudah mulai dibangun walaupun dengan dana yang terbatas dari BLM, dan dengan melalui musyawarah dan pendekatan kepada tokoh – tokoh dan warga masyarakat sekitar akhirnya dari swadaya awal 15 juta rupiah bisa memotivasi masyarakat untuk menggalang swadaya yang lebih besar. Pelaksanaan pembangunan Gedung TK dilaksanakan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga masyarakat ikut merasa memiliki dan bertanggungjawab atas pemeliharaannya. Dengan analogi yang sederhana mungkin bisa diilustrasikan ketika kita dibuatkan rumah oleh mertua, semuanya serba jadi dan serba beres tentu akan sangat berbeda ketika kita hanya diberi modal sedikit dan dengan susah payah kita berusaha membangun yang sendiri dengan pengorbanan jerih dan payah kita sendiri sehingga akhirnya jadi rumah yang kita inginkan. Secara otomatis, kita akan merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab atas penggunaan dan pemeliharaannya. 
Suasana gotong royong warga Andosari, luar biasa....
Sering kita lihat berbagai macam bantuan baik berupa dana maupun peralatan yang diberikan oleh pemerintah akhirnya mangkrak, nganggur begitu saja padahal anggaran yang dialokasikan untuk itu tentu tidak sedikit. Bisa juga akhirnya hanya menjadi rebutan oknum – oknum tertentu yang akhirnya hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Sangat disayangkan........
Pembangunan gedung TK ini sendiri akhirnya menghabiskan dana kurang lebih 600 Juta rupiah, dan terlaksana 2 lantai. Darimana kekurangan dana tersebut bisa didapat?  Ya, swadaya.  Pembangunan gedung ini berhasil menggali swadaya hampir 3 kali lipat dari dana BLM awal yang diberikan yaitu senilai Rp. 437.612.500,-.
Pada tahun 2013, desa Andonosari kembali memperoleh alokasi dana BLM senilai Rp. 107.979.600,- (termasuk BOP) dan swadaya awal senilai Rp. 5.100.000,-. Apakah prestasi tahun 2012 bisa diulang? Kita tunggu saja.......  Semoga tulisan ini bisa menginspirasi segenap pembaca, tentu banyak kekurangan dari penulis, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Ditulis oleh  Edy Santoso, SE & Aruna Azmi, ST (FK/FT Kec. Tutur)
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan ketikkan komentar Anda...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Berita Seputar PNPM

Arsip lain Kategori ini »

Good Practices

Arsip lain Kategori ini »
Published by : Magister Pendidikan
Copyright © 2013. PNPM Mandiri Perdesaan - Jawa Timur - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger